21 September 2010
Konsep Dasar Pemrograman Dalam Visual Basic 6.0
Konsep dasar pemrograman Visual Basic 6.0, adalah pembuatan form
dengan mengikuti aturan pemrograman Property, Metode dan Event. Hal ini
berarti:
(1) Property: Setiap komponen di dalam pemrograman Visual Basic dapat diatur
propertinya sesuai dengan kebutuhan aplikasi. Property yang tidak boleh
dilupakan pada setiap komponen adalah “Name”, yang berarti nama variabel
(komponen) yang akan digunakan dalam scripting. Properti “Name” ini hanya
bisa diatur melalui jendela Property, sedangkan nilai peroperti yang lain bisa
diatur melalui script seperti
Command1.Caption=”Play”
Text1.Text=”Visual Basic”
Label1.Visible=False
Timer1.Enable=True
(2) Metode: Bahwa jalannya program dapat diatur sesuai aplikasi dengan
menggunakan metode pemrograman yang diatur sebagai aksi dari setiap
komponen. Metode inilah tempat untuk mengekpresikan logika pemrograman
dari pembuatan suatu prgram aplikasi.
(3) Event: Setiap komponen dapat beraksi melalui event, seperti event click pada
command button yang tertulis dalam layar script Command1_Click, atau event
Mouse Down pada picture yang tertulis dengan Picture1_MouseDown.
Pengaturan event dalam setiap komponen yang akan menjalankan semua metode
yang dibuat.
1.4. Membuat Project Baru
Untuk memulai pembuatan program aplikasi di dalam Visual Basic, yang
dilakukan adalah membuat project baru. Project adalah sekumpulan form, modul,
fungsi, data dan laporan yang digunakan dalam suatu aplikasi. Membuat projrct baru
dapat dilakukan dengan memilih menu [File] >> [New Project] atau dengan menekan
ikon [new project] pada Toolbar yang terletak di pojok kiri atas. Setelah itu akan
muncul konfirmasi untuk jenis project dari program aplikasi yan akan dibuat seperti
terlihat pada gambar 1.3. berikut.
Visual Basic 6.0 menyediakan 13 jenis project yang bisa dibuat seperti terlihat pada
gambar 1.3 di atas. Ada beberapa project yang biasa digunakan oleh banyak
pengguna Visual Basic, antara lain:
(1) Standard EXE: Project standar dalam Visual Basic dengan komponen-komponen
standar. Jenis project ini sangat sederhana, tetapi memiliki keunggulan bahwa
semua komponennya dapat diakui oleh semua unit komputer dan semua user
meskipun bukan administrator. Pada buku ini akan digunakan project Standard
EXE ini, sebagai konsep pemrograman visualnya.
(2) ActiveX EXE: Project ini adalah project ActiveX berisi komponen-komponen
kemampuan intuk berinteraksi dengan semua aplikasi di sistem operasi windows.
(3) ActiveX DLL: Project ini menghasilkan sebuah aplikasi library yang selanjutnya
dapat digunakan oleh semua aplikasi di sistem operasi windows.
(4) ActiveX Control: Project ini menghasilkan komponen-komponen baru untuk
aplikasi Visual Basic yang lain
(5) VB Application Wizard: Project ini memandu pengguna untuk membuat aplikasi
secara mudah tanpa harus pusing-pusing dengan perintah-perintah pemrograman.
(6) Addin: Project seperti Standard EXE tetapi dengan berbagai macam komponen
tambahan yang memungkinkan kebebasan kreasi dari pengguna.
(7) Data project: Project ini melengkapi komponennya dengan komponen-komponen
database. Sehingga bisa dikatakan project ini memang disediakan untuk
keperluan pembuatan aplikasi database.
(8) DHTML Application: Project ini digunakan untuk membuat aplikasi internet
pada sisi client (client side) dengan fungsi-fungsi DHTML.
(9) IIS Application: Project ini menghasilkan apliaksi internet pada sisi server
(server side) dengan komponen-komponen CGI (Common Gateway Interface).
Selanjutnya pilih Standard EXE dan tekan [Ok]. Lalu muncul tampilan dari
Standard Exe seperti pada gambar 1.1. Dengan demikian project sudah siap dibuat.
Dalam pembuatan project sebelumnya double click pada form yang terbuat maka
adak terlihat jendela tersembunyi (hidden windows) yang berupa jendela untuk
pembuatan program atau jendela kode (code windows). Hal ini Dapat dilakukan
dengan cara memilih ikon jendela form atau jendela kode yang ada di [Project
Explorer].
Interface Antar Muka Visual Basic 6.0
Interface antar muka Visual Basic 6.0, berisi menu, toolbar, toolbox, form,
project explorer dan property seperti terlihat pada gambar berikut
29 Agustus 2010
Mengenal Visual Basic 6.0
pemrograman di dalam bahasa Basic dapat dengan mudah dilakukan meskipun oleh
orang yang baru belajar membuat program. Hal ini lebih mudah lagi setelah hadirnya
Microsoft Visual Basic, yang dibangun dari ide untuk membuat bahasa yang
sederhana dan mudah dalam pembuatan scriptnya (simple scripting language) untuk
graphic user interface yang dikembangkan dalam sistem operasi Microsoft Windows.
Visual Basic merupakan bahasa pemrograman yang sangat mudah
dipelajari, dengan teknik pemrograman visual yang memungkinkan penggunanya
untuk berkreasi lebih baik dalam menghasilkan suatu program aplikasi. Ini terlihat
dari dasar pembuatan dalam visual basic adalah FORM, dimana pengguna dapat
mengatur tampilan form kemudian dijalankan dalam script yang sangat mudah.
Ledakan pemakaian Visual Basic ditandai dengan kemampuan Visual Basic
untuk dapat berinteraksi dengan aplikasi lain di dalam sistem operasi Windows
dengan komponen ActiveX Control. Dengan komponen ini memungkinkan penguna
untuk memanggil dan menggunakan semua model data yang ada di dalam sistem
operasi windows. Hal ini juga ditunjang dengan teknik pemrograman di dalam
Visual Basic yang mengadopsi dua macam jenis pemrograman yaitu Pemrograman
Visual dan Object Oriented Programming (OOP).
Visual Basic 6.0 sebetulnya perkembangan dari versi sebelumnya dengan
beberapa penambahan komponen yang sedang tren saat ini, seperti kemampuan
pemrograman internet dengan DHTML (Dynamic HyperText Mark Language), dan
beberapa penambahan fitur database dan multimedia yang semakin baik. Sampai saat
buku ini ditulis bisa dikatakan bahwa Visual Basic 6.0 masih merupakan pilih
pertama di dalam membuat program aplikasi yang ada di pasar perangkat lunak
nasional. Hal ini disebabkan oleh kemudahan dalam melakukan proses development
dari aplikasi yang dibuat.
25 Desember 2009
crop gambar dengan php
crop.php
$h) {
$adjusted_width = $w / $hm;
$half_width = $adjusted_width / 2;
$int_width = $half_width - $w_height;
imagecopyresampled($dimg,$simg,-$int_width,0,0,0,$adjusted_width,$nh,$w,$h);
} elseif(($w <$h) || ($w == $h)) { $adjusted_height = $h / $wm; $half_height = $adjusted_height / 2; $int_height = $half_height - $h_height; imagecopyresampled($dimg,$simg,0,-$int_height,0,0,$nw,$adjusted_height,$w,$h); } else { imagecopyresampled($dimg,$simg,0,0,0,0,$nw,$nh,$w,$h); } imagejpeg($dimg,$dest,100); } $gambar = "gambar1.jpg"; $gambar_crop = "gambar1crop.jpg"; // jalankan fungsi crop gambar // lebar, tinggi, file yang di crop, format gambar, nama file setelah di crop cropImage(225, 165, "$gambar", 'jpg', "$gambar_crop");
php 1
mulai belajar bahasa pemrograman php dari sekarang agar gak ketinggalan sama dunia
meskipun artikel ini juga ada yang sedikit di copas heheh
minta izin copas ya pak...
Pada awal PHP diciptakan oleh Rasmus Lerdorf, PHP hanya mendukung konsep pemrograman prosedural. Hingga PHP versi 4 pun masih berkonsep prosedural. Akhirnya diciptakanlah PHP versi 5 yang telah mendukung konsep orientasi objek (OOP).
Lantas apa kelebihan konsep orientasi objek dibandingkan prosedural ? Banyak sekali keuntungannya.
Baiklah saya akan memperlihatkan contoh sederhana OOP pada PHP.
class cetak {
function hallo () {
print "Hallo.. !!!";
}
}
$cetak = new cetak();
$cetak->hallo ();
?>
Hasilnya : Hallo.. !!!
Berbeda dengan konsep prosedural, pada awal pembuatan program memang akan terasa sulit. Tetapi bila anda membangun proyek yang besar, sebaiknya menggunakan konsep OOP karena jika listing program yang anda tuliskan sudah banyak, anda akan kebingungan dengan penamaan variabel.Dalam lingkungan PHP, kalangan orientasi objek lebih cenderung membuat modul PEAR dan memiliki kontribusi besar terhadap kemudahan pengelolaan kode program.
Yah, ketemu lagi dengan saya.. kalau dulu saya telah membahas tentang class, maka kali ini saya akan membahas tentang pewarisan. Pewarisan atau dalam OOP biasa disebut dengan Inheritance berfungsi untuk menggunakan kembali method dari suatu kelas yang sebelumnya telah dibuat. Contohnya begini, pada class A, anda
gunakan method hallo. Lalu pada class B, bila anda ingin memanggil method hallo tersebut, anda cukup memanggilnya dari class A, tanpa harus membuat ulang kembali method hallo tersebut. Pada OOP, Inheritance ada 2 jenis. Yakni Single inheritance dan multiple Inheritance.
Maksud dari single inheritance adalah class anak mendapat turunan langsung dari class induknya. Sedangkan multiple inheritance, class anak mendapat turunan dari class ibu dan ayahnya. hehe... (bingung gimana bahasanya....pokoknya lebih dari satu class deh..).
Contoh pewarisan dalam PHP:
class induk {
var $induk = "induk";
function induk () { // ini merupakan konstruktor
$this->induk;
}
}
class anak extends induk{
function anak () {
print $this->induk;
}
}
$anak = new anak ();
?>
Hasilnya : induk.
Penjelasan :Pada class induk, divariabelkan kata "induk". Lalu kata induk tersebut diwariskan pada class anak. Sehingga pada saat kita mencetak class anak, dapat dipanggil variabel induk tadi dari class induk.Sekian dulu penjelasan dari Sahid
Kalau pada artikel sebelumnya saya telah membahas class dan pewarisan (Inheritance), maka pada artikel yang ketiga ini saya akan membahas tentang Overriding. Apa itu Overriding? Terkadang dalam membuat program, kita bingung memberikan nama variabel.Pada pemrograman prosedural, kita tidak dapat menggunakan variabel yang sama berulang-ulang. Tetapi pada Konsep OOP, kita dapat menggunakan variabel yang sama secara berulang-ulang tetapi operasi yang dilakukan oleh metode tersebut berbeda. Inilah yang dinamakan Overriding.
Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat contoh sederhana dari konsep overriding di bawah ini :
class induk {
var $kata = "Cetak induk";
function kata () {
print $this->kata;
}
}
class anak extends induk {
var $kata = "Cetak Anak";
function kata () {
print $this->kata;
}
}
$cetak = new anak ();
$cetak->kata();
?>
Hasilnya : cetak anak.
Mengapa yang tertampil di layar adalah kata "cetak anak" padahal seharusnya pewarisan kelas induk mengharuskan "cetak induk" ? Karena pada class anak terjadi overriding pada method kata. Sehingga pada saat dijalankan, yang tertampil di layar bukanlah cetak induk tetapi cetak anak..Yup...Sekian dulu penjelasan dari syahied.Semoga teman-teman sekalian dapat paham dan mengerti