|
Tampilkan postingan dengan label MAJELIS RASULULLAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAJELIS RASULULLAH. Tampilkan semua postingan
12 April 2011
2 Agustus 2010
perang Tabuk dan Kemuliaan Bulan Sya’ban
15.43
di kutip dari majelis rasulalloh.org
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ ( صحيح البخاري )Datang seseorang (Abu Dzarr ra) kepada Nabi saw dan bertanya : “wahai Rasulullah, sedekah yang seperti apa yang paling besar pahalanya?”, Sabda Rasulullah saw : “Yaitu Kau bersedekah sedangkan kau dalam keadaan sangat menjaga hartamu, sedang berhemat, sedang takut miskin, sedang ingin kaya dan berkecukupan, maka jangan kau tunda (menahan sedekah jika sedang demikian itu), hingga jika sudah sampai di akhir nafasmu di tenggorokanmu (disaat kematian) baru kau katakan hartaku untuk si fulan sekian, untuk si fulan sekian (saat itu sedekah sangat kecil pahalanya) (Shahih Bukhari) حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata'ala yang Maha luhur, yang Maha membuka gerbang gerbang keluhuran, yang demikian berpijar pengampunan Nya maka berpijarlah maaf Nya kepada hamba hamba lebih terang benderang dari pada kilat dan semua cahaya yang datang kepada hamba hamba Nya dan mengunjungi hamba hamba Nya yang mempunyai alat yang untuk menerima rahasia cahaya ilahi yaitu jiwa yang beriman, maka sanubari yang seperti ini siap menerima pijaran cahaya Rabbul’alamin subhanahu wata'ala dan Allah akan melimpahkan Rahmat dan keluhuran sampai kita berkumpul dimajelis ini, dibulan agung ini, dibulan Sya’ban al mukarom dibulan turunnya firman Allah :إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيمًا “Sungguh Allah dan para Malaikat melimpahkan shalawat pada Nabi (Muhammad saw), wahai orang orang yg beriman, bershalawatlah pada beliau dan bersalam dg seindah indah salam” (QS Al Ahzab 56)Ayat ini turun dibulan sya’ban, maka bulan ini adalah bulan kita memperbanyak shalawat kepada Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, turunnya ayat ini adalah bahwa diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa para sahabat bertanya wahai Rasul shallallahu 'alaihi wasallam kami tau caranya bersalam kepadamu kami dah tau, dah di ajari, tapi bagaimana cara bershalawat kepadamu kami belum tahu?, sebelum Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, Allah lebih dahulu menjawab bahwa Allah berfirman : إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيمًا “Sungguh Allah dan para Malaikat melimpahkan shalawat pada Nabi (Muhammad saw), wahai orang orang yg beriman, bershalawatlah pada beliau dan bersalam dg seindah indah salam” (QS Al Ahzab 56)wahai para sahabat sebelum kalian bertanya tentang shalawat ketahuilah Allah dan malaikat melimpahkan shalawat kepada Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Allah melimpahkan shalawat berupa limpahan keberkahan bagi mereka yang membaca shalawat pada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, malaikat bershalawat pada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memohonkan kemuliaan bagi sang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan keluhuran dan pengampunan dosa bagi umat beliau dan dari dan dari kita adalah permohonan agar semakin diangkatnya derajat beliau. Hadirin hadirat lalu setelah Allah jelaskan wahai para sahabat Rasul yang bertanya bagaimana cara bershalawat ketahuilah sebelum kalian Tanya Aku dan para malaikat telah melimpahkan shalawat pada sayyidina Muhmmad shallallahu 'alaihi wasallam ketahui itu keluhuran shalawat baru tau caranya shalawat lalu Allah jelaskan caranya : يَا أَيُّهَا الَّذِ ينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا “Hai orang yang beriman bershalawatlah kalian kepada Nabi dan bersalamlah dg seindah indah salam” Salam yang baik, jadi disini Allah mengajari, ketika sahabat bertanya bagaimana caranya bershalawat kepada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam Allah menjelaskan caranya bershalawat dan bersalam jangan dipisah jadi kalau shalawat jangan dipisah dengan salam pada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, demikian diajarkan oleh Allah صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا Shalawat kepada Nabi dan bersalam, kita dimana mana kan sering mengucap Allahumma shalli wasallim.. dst, atau shallahu alaihi wasallam, pasti sholli/shalawat dulu baru sallim/salam karena ayatnya begitu, shalawat dulu baru salam kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, shalawat tidak digabung dengan salam kecuali dalam shalat, didalam shalat salam dulu baru shalawat karena apa ?salam itu langsung dihadapkan kepada Rasul diwaktu isra’ wal mi’raj oleh Allah “ASSALAMUALAIKA AYYUHANNABIYUU WARAHMATULLAH WABARAKATUH.” lalu dijawab oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam “ASSALAAMU ALAINAA WA ALAA IBAADILLAHISSHAALIHIIN“ Baru bersyahadat setelah itu baru shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam lalu Rasul ajari shalawat. demikian. Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah rahasia kemuliaan shalawat itu berpijar bagi mereka yang membacanya dijelaskan bahwa Al imam Abdulhasan al syadziliy alaihi rahimahullah bahwa ketika suatu malam ia bermimpi bermimpi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam salah satu amalnya al imam abulhasan al syadziliy adalah shalawat 1000 kali siang, 1000 kali malam setiap harinya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, suatu malam ia bermimpi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bibirnya dicium oleh sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, maka ia berkata :“ya Rasulullah bibir pendosa macam aku, kau mencium bibirku ada apa? sampai kau menciumnya?”. Rasul Saw berkata : “aku tidak mencium bibir seseorang kecuali yang bershalawat kepada ku 1000 siang, 1000 malam atau lebih, bibir seperti itu pasti akan ku datangi dan ku cium bibirnya sebelum ia wafat” Hadirin hadirat demikian mulia Abul Hasan Assyadziliy alaihi rahmatullah, saya akan lanjutkan dalil penguatnya kelak setelah ini. Demikian salah satu kemuliaan shalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu di riwayatkan pula bahwa al Imam Jazuli yang membuat dala’il khairot Dala’il khairot itu di buat oleh al imam jazuli alaihi rahmatullah. Ketika ia menuliskan sejarah knp ia menulis shalawat yang demikian panjangnya, maka dia berkata suatu siang aku lewati padang pasir bersama murid muridku kehabisan air, lewat ada satu sumur dekat perkampungan, kelihatan sumur kalau disana kan diketahui sumur untuk umum dengan sumur pribadi, ini semua di pinggir jalan untuk umum mereka mendekati sumur tidak ada embernya tidak ada talinya tidak ada pengeretnya timbanya tidak ada, dilihat air sumurnya ada dalam airnya, ini airnya terlalu dalam tapi timbanya tidak ada orang sini ngambilnya pakai apa? masa iya setiap kali mengambil air bawa timbanya?, di pasang talinya di pasang segala apa wilayah ini begitu?. mereka diam lalu saya lihat ada seorang wanita kecil, bunayyah putri kecil umur di bawah 10 tahun lagi bermain. “Hai bunayyah putri kecil, anak kecil, bocah, wanita kecil ini timba nya kemana sumur ini, ini kan sumur umum?”, Dia berkata: “iya ini sumur umum kita tidak usah pakai timba disini”. “lalume ngambil air pakai apa?”. Anak kecil itu berkata : “begini caranya kami kalau ngambil air” lalu ia mendekati sumur lalu menaruh tangan nya di atas sumur air naik dari bawah terus sampai meluap di atas mulut sumur sampai mereka mengambil air selesai air turun lagi kebawah…!, Berkata Imam Jazuli : “laailaha illallahu muhammadurrasulullah, ini anak kecil putri kecil kok bilang begini??”, “Maka ditanya wahai anak kecil kau ini punya amalan apa?”, ia berkata : “aku Cuma di suruh ayah ibuku selain shalat selain berbicara tidak boleh berhenti dari shalawat kepada sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.” Semua sekampung ini caranya ngambil air begitu.. Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah, Demikian keberkahan Shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Allah limpahi keberkahan, wilayah itu kampung itu tidak pernah kesusahan air, itu kalau tidak pakai tadi tali ataupun timba tadi tidak sampai air namun orang butuh air dia datang, Alhamdulillah hadirin hadirat lebih lagi sekarang dibumi Jakarta dari kemuliaan dan keberkahan shalawat kepada Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, kita dengar dimana mana didunia ini sedang pemanasan global, disaudi Arabia sudah 60 derajat diumumkan akan naik 70 derajat celcius, diseluruh wilayah air panas, kering, dan mereka dalam pemanasan global, Jakarta sudah diumumkan pemanasan global kita sudah mulai kepanasan, namun mulai malam 1 Rabi’ul Awal kita lihat hujan terus tidak berhenti menaungi Jakarta, keberkahan shalawat sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, makin makmurkan majelis dzikir, majelis ta’lim, majelis shalawat makin kita ditumpah ruahi oleh keberkahan dan doa kita diijabah. Kita selalu berdo’a, Rabbiy kalau datang musim hujan jangan bawa hujan yang membawa musibah kalau datang musim kemarau, jangan membawa kemarau yang membawa musibah, jadikan kemarau yang membawa Rahmat, jadikan musim hujan yang membawa Rahmat, hujan sering datang ke Jakarta, tapi tidak besar besar seperti dulu, sampai membuat sebagian Jakarta tenggelam banjir, hujannya biasa biasa saja, sedikit banjir dimana mana, terus panas, panasnya juga tidak terlalu panas, Subhanallah. Demikian keberkahan Shalawat, yang Allah firmankan : “Kalau seandainya penduduk bumi di suatu wilayah itu bertaqwa, Allah limpahkan ke berkahan dari langit” Ada apa di Jakarta? banyak yang maksiat, banyak yang zinah, tapi Jakarta Kota yang paling banyak Shalawat kepada Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam Hadirin Hadirat yang di miliakan Allah, Belum ada di dunia perkumpulan Maulid 12 Rabiul Awal di hadiri 1 juta muslimin muslimat di dunia belum pernah ada, sejak kebangkitan Rasul sampai saat ini, apa lagi di tambah dengan Dzikir, ya Allah 1000 kali, sambil berdo’a di hari 12 rabiul Awal di hadir muslimin dari golongan masyarakat rendah sampai pimpinan tertinggi, duduk berdzikir 1000 kali, di hari Maulidin Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Demikian Hadirin hadirat dan semoga hal ini semakin banyak dan semakin makmur, majelis – majelis Dzikir semuanya semoga semakin makmur, majelis Ta’lim, majelis – majelis maulid, majelis shalawat semakin makmur Jakarta semakin makmur. Semua wilayah barat dan Timur juga muslimin muslimat, Kita bangkitkan jiwa mereka untuk bershalawat, Dzikir dan majelis Ta’limnya hingga wilayahnya masing – masing makmur. Amin Allahumma amin. Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda di riwayatkan di dalam Shahih Muslim “Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali Allah limpahkan Shalawatnya sepuluh kali” Bukan Rasul, tapi Allah…. Dijelaskan oleh para Imam kita seandainya kita berusaha 1000 tahun dan tidak berhenti shalawat sepanjang 1000 tahun belum menyamai 1 shalawat nya Allah, ini 10 kalau kita shalawat sekali, hadits ini sudah menuntut seluruh kemuliaan, kita dengar Imam Abdul Hasan Assyfii gimana kalau 1000 kali siang seribu kali malam? Berarti 10 ribu Allah limpahkan shalawat untuknya di siang hari 10 ribu untuknya di malam hari dari Rabbul’alamin. Pantas bibirnya di cium sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Hadirin hadirat yang di muliakan Allah, Demikian juga putri kecil itu, kalau tidak di ajak bicara, tidak lagi shalat, tidak lagi tidur, tidak lagi aktifitas, bibirnya tidak berhenti membaca shalawat pada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, berapa ratus ribu ia shalawat pada Rasul setiap hari, pantas kalau Allah jadikan dia menginginkan air, air datang. Jakarta saja baru sedikit orang yang berkumpul, Allah bawakan hujan yang tidak membawa musibah, Allah naungi tidak kepanasan, dunia lain terkena pemanasan Gelobal, Jakarta Alhamdulillah aman, dan damai, semoga semakin damai, semakin aman, semakin berkah, semakin makmur, hadirin dan seluruh wilayah sekitar, saudara saudari kita yang melihat di Streaming cemburu dengan wilayah Jakarta, hidupkan, wilayah masing masing dengan majelis Dzikir, majelis ta’lim. Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, karena ini keberkahaan, 10 orang, 100 orang, 1000 orang nanti makin banyak, majelis Rasulullah dulu yang hadir malah 4 orang 9 orang saja Cuma 9 orang setiap malam selasa, sekarang kalau cuaca yang baik bisa 50.000 yang hadir malam selasa, setiap malam selasa, malam lainnya 5000, 10.000, 50.000, keberkahan dari pada Dakwah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Hadirin hadirat jika bulan sya’ban ini adalah kejadian perang ta’buk yang terjadi pada tahun 9 hijriyah di bulan sya’ban diriwayatkan didalam shahih Bukhari bahwa Rasul shallallahu 'alaihi wasallam keluar menuju Tabuk pada hari kamis, keluarnya hari kamis dan Rasul menyukai kalau mushafir, kalau keluar kota senang hari kamis walaupun sering hari lain, dan beliau senang kalau keluar kota itu hari kamis lebih Beliau senangi daripada hari lainnya. Didalam tafsir imam ibn hisyam dan juga didalam Fathul Baari bisharah Shahih Bukhari juga dijelaskan didalam riwayat lainnya bahwa kejadian perang Tabuk adalah di Bulan Sya’ban dimana saat itu disebut “perang sulit” (Ghazwatul ‘Usrah). Atau Juyushul ‘Usrah yaitu pasukan yang sangat sulit, dimasa yang sangat sulit karena saat itu sedang panas yang sangat terik yang membuat para sahabat berat, saat itu Muhajirin dan Anshor berat berangkat, yang kedua Rasul maunya ke wilayah Tabuk, Tabuk itu sampai diujung pantai wilayah Romawi, kenapa? karena saat itu pasukan Romawi sudah sampai keujung laut yang mendekati ke Jaziratul Arab sudah mau menuju Madinah maka Rasul ingin menahan pasukan Romawi itu jangan sampai masuk ke wilayah Jaziratul Arab dan menguasai sampai menembus Madinah, maka di tahan disana sebelum sampai. Maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam perjalanannya sangat jauh, kalau Badr kan Cuma jaraknya antara Makkah dan Madinah hanya 300 Km, ini perjalanan di dalam satu riwayat hampir 20 hari menuju Tabuk. Hadrin Hadirat yang dimuliakan Allah, Maka itu di sebut Juyusyul ‘Usrah ( yaitu pasukan yang berangkat dengan kesulitan) Berat karena apa ? cuaca sedang sangat panas, hingga berkata kaum Munafikin kepada Ubay bin Salul, ia berkata : “Jangan keluar disaat terik begini” karena di saat itu juga lagi musim panennya kurma (kurma panennya disaat musim panas) jadi kurma lagi panen, kasarnya begini : “pertanian kalian ini harus di panen, waktunya panen, mau berangkat perang di tinggal, busuk nanti panennya, saat waktunya panen panas terik pula berangkat ketempat jauh lagi di Tabuk” Maka saat itu Allah subhanahu wata'ala menjawab Ubay bin Salul : وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ، فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ Allah subhanahu wata'ala berfirman :“mereka diantaranya berkata, jangan keluar disaat waktu yang panas untuk ikut bersama Rasul, katakan Neraka itu lebih panas dari pada panas yang mereka lihat, api Neraka Jahanam jauh lebih panas, mereka hanya bisa tertawa sebentar menikmatinya, menikmati panen berapa minggu, lalu mereka nanti waktunya wafat terus menangis dengan tangisan yang kekal, mereka menangis abadi dalam tangisannya” (QS Attaubah 81-82) Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Maka kaum munafikin sudah tidak didengar oleh muslimin, lalu Rasul shallallahu 'alaihi wasallam memanggil Sayyidina Zeid bin Kheis Ra, Sayyidina Zeid bin Qeis Ra (dari kaum Anshor) “wahai Zeid bin Qeis, bukankah engkau ini punya teman dan keluarga dengan Bani Jalad (musuh yang paling jahat di wilayah Tabuk yang bersatu dengan Romawi, yang menolong Romawi untuk masuk, pasukan yang buas dan bengis membunuh) lalu kau punya hubungan keluarga dengan mereka” kata Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, maka berkata Zeid bin Qeis Ra “wahai Rasulullah, coba jangan aku yang berangkat kesana karna aku ini terkenal wanita – wanita disana itu cantik – cantik, karena mereka banyak menikah dengan wanita romawi, aku ini lemah dengan wanita kalau melihat wanita cantik takut tergoda, makanya jangan aku ya Rasulullah yang berangkat” Turun Ayat, dimasa itu orang kalau menolak Rasul shallallahu 'alaihi wasallam turun ayat, Rasul tidak memerintah dengan tegas, tapi Allah yang memerintahkan tegas : “mereka ada yang berkata izinkankan aku jangan jatuhkan aku dalam fitnah, sungguh sebab mereka ingin menghindari fitnah mereka jatuh dalam fitnah Neraka Jahanam” kata Allah subhanahu wata'ala, Maka para mufatshir menjelaskan makna ayat ini adalah : keberangkatan diapun seandainya terjebak fitnah kaum wanita, tapi karena di perintah oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam jauh lebih baik dari pada dia menolak perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, karena menolak perintah Rasul, Neraka Jahanam urusannya, kalau sudah perintah langsung, bertemu dengan Rasul “berangkat kamu sana” menolak maka tentunya itu sudah kekufuran, demikian jumhur seluruh Mazhab. Maka akhirnya Ibn deis Ra berangkat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan dia selamat dari fitnah bahkan tidak bertemu dengan Bani Ashor, tidak ketemupun, sambungan ceritanya kita lanjutkan. Diriwayatkan di dalam Sirah ibn Hisyam ketika Rasul shallallahu 'alaihi wasallam akan berangkat maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan Sayyidina Ali bin Abi Thalib Kw untuk menjadi wakil Beliau di Madinah, untuk menjaga Istri istri beliau, keluarga kerabat dan putri beliau yaitu istri Sayyidina Ali, Sayyida Fathimah Azzahra Ra, maka ia di olok olok oleh kaum munafik, mereka berkata“Rasul tidak memakai engkau wahai Ali, Rasul tahu kau ini tidak ada apa – apanya, kau itu tidak dipakai lagi untuk perang sudah cukup” Maka murka Sayyidina Ali bin Abi Thalib Kw seraya mengambil pedang dan menghadap Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, seraya berkata “ya Rasulullah, aku berangkat” Rasul berkata : “Wahai Ali, kau ini ku titipkan istri dan putriku apakah kau tidak senang kau ini berada didalam kedudukan Nabi Harun di sebelah Nabi Musa, Nabi Musa kan temannya Nabi Harun, Nabi Harun adalah kira – kira adik seperguruannya Nabi Musa derajatnya di bawah Nabi Musa tapi sama – sama Rasul, maukah kau posisimu seperti itu, Cuma tidak ada Nabi setelahku, kalau ada Nabi sesudah aku kau sudah seperti posisi Nabi Harun yang selalu bersama Nabi Musa, tidakah kau rido?” (Shahih Bukhari) Maka Sayyidina Ali pun tenang, ia pun menaruh pedangnya kembali, ia menjaga Madinatul Munawarah. Hadirin hadirat, lalu Rasul shallallahu 'alaihi wasallam mengajak mereka untuk bershadaqah, untuk membagi harta bagi – bagi yang mampu untuk keberangkatan dalam perang Tabuk, Hadits yang saya sebutkan tentang Sayyidina Ali teriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, bahwa Rasul shallallahu 'alaihi wasallam mensejajarkan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam dengan Sayyidina Ali sebagaimana Nabi Musa dengan Nabi Harun, namun tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, jadi sangat di cintai oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam demikian Riwayat Shahih Bukhari, Dan di saat Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berdo’a sekaligus mengajak para Muhajirin dan Anshor untuk berinfak membantu untuk dana dakwah beliau menuju Tabuk disaat itu berdiri sayyidina Utsman bin Affan ra, Rasulullah berdiri “siapa yang mau berinfak?” sayyidina Utsman berdiri “aku ya Rasulullah 100 ekor onta” (1 ekor onta itu harganya 40 ekor kambing) 100 ekor onta sudah dengan pelananya “Siap”, sayyidina Utsman bin Affan ra, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata “jazakallah khair ya Utsman” duduk Sayyidina Utsman, Rasul berdiri lagi, “ada lagi yang mau berinfak?” Sayyidina Utsman berdiri lagi “ya Rasulullah, aku 200 ekor onta tambah yang tadi 100 jadi 300” Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata “cukup Utsman duduk, yang lain ada yang bantu?” diri lagi Sayyidina Utsman “ya Rasulullah 300 ekor onta tambah 300 yang tadi 200 pertama 100, 200, 300 jadi jumlahnya 600 ekor onta dengan pelananya dengan perlengkapannya fisabilillah” Maka berkatalah Rasul shallallahu 'alaihi wasallam “tidak ada lagi yang akan musibah menimpa Utsman bin Affan setelah ini” seluruh biaya menuju perang Tabuk ditanggung Utsman bin Affan Ra. Demikian Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Maka berangkatlah meraka menuju Tabuk dan ketika itu Sayyidina Abu Khaitsamah Ra ia datang ke Madinah, Rasul sudah berangkat. “Mana Madinah sepi?” “ Rasulullah sudah berangkat semua” “ kemana?” “ Menuju Tabuk” “ oh ya sudah aku tidak ikut sudah terlambat” Maka diapun masuk kerumahnya, rumah di zaman dulu kan tidak ada lantai ubin, tanah saja, dia mempunyai 2 istri, dua – duanya sedang di ruang tamu membasahi tanah itu menjadi dingin, minuman, makanan di siapkan, air yang dingin dari Girba (kqntung ait dari kulit kambing yang di gosok sampai bersih dijadikan tempat isi air di gantung supaya tertiup angin jadi air dingin), air dingin dengan buah – buahan di siapkan, kata Abu Khaitsamah Ra “aku masuk ke tempat sejuk dan dingin, Rasulullah dalam keadaan panas dan haus, Demi Allah tidak akan ku injakan kakiku kedalam rumah” ia pun berkata “siapkan kudaku, aku tidak masuk kerumah aku tidak rela menginjakan kaki di tanah yang sejuk, Rasul shallallahu 'alaihi wasallam di luar dalam keadaan panas dan kehausan, aku tidak mau masuk, siapkan pakaian perang, siapkan kuda aku berangkat,” diapun menyusul, tengah perjalanan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam sedang beristirahat dengan para Sahabat (diriwayatkah Sirah Ibn Hisyam) maka salah seorang yang menjaga berteriak di atas bukit.“Wahai Rasulullah ada orang naik kuda yang datang” Rasulullah tersenyum “ pasti Abu Khaitsamah” , Betul saja Abu Khaitsama yang datang Ra, dan di Tanya oleh Rasul “apa yang membuatmu telat?”.Maka ia berkata “ya Rasulullah aku datang terlambat, aku masuk kerumah lihat rumah sudah sejuk, siap makanan dan minuman, aku lelah habis berburu, tapi ingat engkau kepanasan dan kehausan aku tidak mau menginjak sejuknya tanah, aku terus melangkah pergi dan menyusulmu” Maka Rasul mendo’akannya kebaikan. Demikian ketika Rasul shallallahu 'alaihi wasallam sudah dekat dengan medan Tabuk, semakin dekat dengan wilayah Tabuk terjadi kekeringan Dan para sahabat mengadukan mereka kehabisan air, maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berdo’a tidak lama kemudian datanglah awan gelap dan hujan pun turun dengan derasnya, hujan tidak berhenti sebelum semua tempat air mereka penuh, baru hujan berhenti. Hadirin hadirat perjalanan di lanjutkan ke Tabuk, saat itu Rasul shallallahu 'alaihi wasallam kehilangan ontanya, ontanya di malam hari hilang, ontanya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, sahabat di suruh mencari, salah seorang munafik ikut bersama seorang Anshor bernama Ummarah Ra, Ummarah ini membawa si munafik ini dari Madinah ikut ber dua bersamanya di ontanya, munafik ini bicara “katanya Nabi, bawa kabar dari langit, tapi ontanya hilang ia tidak tahu kemana ontanya, masa iya Nabi tidak tau ontanya hilang tidak tau dimana, dia bawa kabar dari langit ontanya hilang dia tidak tahu” Maka ketika kabar sampai pada Ummarah Ra, Ummarah sedang dihadapan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, Rasul sedang duduk cerita, Rasul berkata “temanmu lagi berbicara di sana mengatakan aku ini Nabi membawa kabar dari langit tapi tidak tau ontaku ada di mana sebentar lagi kabarnya sampai”, betul saja kabarnya sampai, “ya Rasulullah teman Ummarah ini, yang menumpang di ontanya Ummarah, dia berkata begini……”, Rasul sudah sudah tau sebelum kau beritau, Rasul tau tempatnya di tempat anu, ontanya tercekik, talinya oleh pohon – pohon tidak bisa pulang, Rasul tau tempatnya dimana, maka Ummarah ini marah melihat temannya “kamu tidak boleh lagi naik ontaku lagi, turun dari ontaku, jalan kaki kamu kurang ajar pd Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sudah di bawa dari Madinah sampai Tabuk bicara seperti itu lagi menghina Rasul” Disaat itu orang munafik itu terpaksa tidak ikut karena tidak ada yg mau membawanya, karena dia tidak beradab kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sebagian sahabat tertinggal, banyak yang tertinggal, Rasul berkata biarkan jika Allah kehendaki, Allah menyusulkan mereka untuk kita, saat kita Istirahat Allah yang permudah jalan mereka sampai. Di antara mereka Abu dzarr Al Ghiffarri Ra di riwayatkah di dalam Sirah Ibn Hisam, keledainya sudah tua dan lemah, akhirnya lambat, akhirnya dia turun membawa barangnya dia panggul, dia jalan kaki sendiri menelusuri jalan untuk mengikuti pasukannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat Rasul Istirahat. “ya Rasulullah ada orang berjalan kaki bawa barang – barangnya”, Rasul berkata “Pasti Abu dzarr..!, betul saja, Rasul bersabda : “kemuliaan dan kasih sayang Allah dan Rahmatnya semoga untuk Abu dzarr, Dia jalan datang sendirian menyusul kita, nanti wafatnya sendiri dan nanti akan di bangkitkan di hari kiamatpun sendiri, oleh Allah di muliakan. Maka periwayat Hadits ini, yaitu Sayyidina Abdullah bin Mas’ud Ra, jauh setelah wafatnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam ia melihat Abu dzarr ra, saat berjalan menuju Madinah menuju Iraq, maka ia melihat di satu tempat terbujur jenazah, terus ada seorang anak kecil berdiri di tengah jalan bersama wanita, di pinggir jalan “ini jenazah siapa menghalangi jalan, hampir saja terinjak oleh kudaku” kata Abdullah bin Mas’ud ra “aku mau buru – buru ke Madinah” Lalu anak itu berkata “ini ayahku Abu dzarr ia wasiat katanya kalau ia wafat , tolong di tutup tubuhnya lalu palangkan di jalan, nanti ada orang dari sahabatku yang akan menemuiku, orang pertama yang menemui jenazahku, kasih tahu aku adalah Abu dzarr minta di makamkan dengan pemakaman yang layak “ Maka menangis Abdullah bin Mashud Ra Ia berkata “ini ucapan Rasulullah di perang Tabuk, ia datang sendiri, wafat sendiri dan di bangkitkan kelak sendiri dengan Allah subhanahu wata'ala” Hadirin hadirat demikian Abu dzarr al ghiffari Ra Di dalam kejadian di perang Tabuk pula Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menundukan beberapa Raja – Raja yang menentang muslimin di wilayah Tabuk diantaranya Raja Yohana (kalau kita kenal mungkin bahasa latinnya Raja Yohanes) di tundukan oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, hingga akhirnya dia berhenti dari memerangi Islam, memerangi Rasul, menyerah maka dia pun membayar jizyah (pajak yang di kenakan bagi orang – orang yang Non Muslin, kalau dia berada di Khilafah Islamiyah) koq non muslim di suruh bayar pajak? jusru mulimin lebih banyak kewajibannya kalau non muslim hanya bayar jizyah, tapi muslim ada zakat Fitrah, ada Zakat tijarah, ada zakat Mal, ada zakat thimar, ada zakat lain banyak ada 7 macam zakat, kalau non muslim hanya 1 jizyah saja, untuk apa ? untuk menjaganya, uang yang ia bayar jizyah itu untuk menjaganya, dia di jaga oleh pasukan muslimin, maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menulis surat : “Bismillahirrahmanirrahim” “Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dari Muhammad Nabi Rasul Utusan Allah subhanahu wata'ala kepada Raja Yohana, perjanjian dia telah membayar jizyah maka dia berada di dalam jaminan keselamatan Allah, dan jaminan keselamatan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, ia aman semua kapal kapalnya, semua kendaraannya, dan dia aman di daratan dan di lautan” demikian jaminan dari Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam untuk Raja Yohana yang Non muslim, namun ia mengadakan perjanjian baik dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beberapa kekuasaan lainya pun di tundukkan dan setelah itu Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menanti tinggal 1 namanya Raja Ukaidar, Raja Ukaidar ini masih belum mau tunduk, maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata pada Sayyidina Khalid bin Walid, Khalid bin Walid cerita “ya Rasulullah, pasukan kelelahan, ini perjalanan jauh, panas lelah, mereka juga kalau di suruh tempur, kalau bukan perang dari bantuan Allah dan Rasul tidak akan mampu menghadapi pasukan Romawi yang akan tiba di tempat ini” Pasukan Romawi akan menyeberang dari lautan, dan akan datang Maka Rasul bersabda : “ya sudah selesai semua tinggal satu ini Kekuasaan Raja Ukhaidar, Khalid bin Walid sekarang Kau pergi kesana, kau akan temui dia keluar tengah malam, dia akan perangi kita dan kita akan mengalahkannya dengan cara yang mudah, mudah saja” maka Khalid bin walid Ra berkata kepada Rasul saw “bagaimana caranya wahai Rasul?, Rasul saw bersabda : kau datangi saja istananya, nanti dia akan keluar karena mengikuti kerbaunya, kerbaunya akan lari keluar istana” Khalid bin Walid pun terdiam…, “ kerbau..?, kerbaunya keluar di tengah malam kabur, apa iya?”, maka ia, ia ikut saja Rasulullah bilang begitu dia naik ke atas tempat yang tinggi dia lihat, kerbaunya betul2 keluar dari kandang nya mendobrak pintu gerbang istananya dari dalam, keluar dari kandangnya lari keluar, istrinya berkata ini tidak pernah terjadi selama lamanya sampai kerbau ini menghancurkan pintu gerbang kita tengah malam lagi…, Kejar..!, Raja Ukaidar mengejarnya maka dia menemui kudanya Rasul dan membunuh kudanya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam. maka punya alasan Khalid bin walid untuk menyerangnya maka ia pun di kalahkan dan iapun mengakhirinya dg mengalah. Rasul menanti selama 10 hari, tidak ada kecuali Allah mendatangkan angin yang demikian dahsyatnya meniup kearah laut hingga pasukan Romawi itu tidak kunjung datang sampai di atas 10 hari, Lebih dari 10 hari belasan hari, kurang dari 15 hari Rasul menanti tidak ada, pulang, Kata Rasul shallallahu 'alaihi wasallam kita kembali ke madinatul Munawarah Maka mereka pun pulang dari Perang Tabuk dan tidak lagi terjadi pertempuran tapi banyak terjadi kejadian – kejadian yang luhur di dalam perjalanan pulang Rasul membangun 17 mesjid yang dibangun oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam dalam perjalanan itu, dan sampai di madinah Rasul shallallahu 'alaihi wasallam melihat gunung uhud dan berkata (sebagaiman di riwayatkan di dalam Shahih Bukhari) “ini adalah gunung Uhud mencintai kita, dan kita mencintai gunung Uhud” masya Allah.. , cintanya gunung uhud berpijar terlihat oleh sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam cintanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Rasul pun menjawab cintanya bongkahan batu itu. Hadirin hadirat bongkahan batu itu ternyata bukan benda mati yang seperti kita ketahui, tapi Allah sudah berfirman bahwa semua benda itu mempunyai perasaan bahkan gunung itu mempunyai kekhusukan bukankah Allah telah berfirman “kalau seandainya kami turunkan Al Qur’an di atas puncak sebuah gunung niscaya akan tuntut hancur berantakan karena takutnya kepada Allah” Berarti punya perasaan takut, berarti itu bukan benda mati dan ternyata memiliki cinta kepada sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. kalau gunung cinta bagaimana dengan umat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, bukankah bongkahan batu itu hanyalah gunung – gunung itu hanya bongkahan batu, hanyalah batu – batu kerikil dan cadas ternyata ia mencintai Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, bagaimana perasaanku dan kalian ? bagaimana aku dan kalian yang di janjikan syafa’at di yaumil qiyamah “aku menanti kalian di telaga haud, aku menanti kalian di shirath, aku menanti kalian di mizan” demikian Nabiku dan Nabi kalian. dan jika kita bertanya apakah cinta kita di jawab oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, aku nih banyak dosa jangan putus asa. gunung saja cinta pd Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, di cintai pula oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, lebih – lebih lagi umat beliau shallallahu 'alaihi wasallam wabarik alaihi wa’ala alihi. Hadirin hadirat yang di muliakan Allah, di riwayatkan didalam Sirah Ibn Hisyam ketika sayyidina Ka’ab bin Malik Ra, salah seorang yang tidak ikut di dalam perang Tabuk, ia mampu, pecinta Rasul, dan mampu berangkat tapi ia malas berangkat, tidak ada udzurnya. Cuma ia orang yang sangat cinta kepada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam selalu ikut kemana Rasul pergi. tapi pas perang dia merasa malas berangkat tidak ikut dengan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam. Maka saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang dia menyesal, ia langsung mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersama 80 orang lainnya yang sama – sama memohon pengampunan kepada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam karna tidak ikut perang Tabuk, di maafkan di maafkan, Rasul pun mengistigfari mereka semua pas Ka’ab bin Malik datang Rasul shallallahu 'alaihi wasallam buang muka, dia berkata “ya Rasulullah apakah tadi kau telah mengistigfari kami?” Rasul berkata “apa yang membuatmu tidak ikut?”, “ya Rasulullah seandainya kau ini bukan Nabi aku ini sangat mencintaimu ya Rasul, seandainya kau bukan Nabi aku akan berdusta demi cintaku terjaga supaya kau tidak benci padaku, tapi ku tahu kau ini Nabi tidak bisa di dustai tidak bisa di bohongi, Allah yang akan menjawabnya maka aku dari takut nya kau benci pada ku aku akan dusta padamu supaya kau tidak benci padaku karena kau Nabi jadi kau tidak bisa di dustai, aku jujur aku tidak punya udzur Cuma malas saja ya Rasulullah aku salah” demikian beraninya dia, dan bersungguh – sungguhnya dia dan kuatnya cintanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, hingga ia berani mengucapkan dengan jujur di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Rasulullah saw diam, tunggu keputusan Allah “tidak satu pun diantara penduduk Madinah dari kaum muslimin yang boleh berbicara denganmu” perintah Rasul shallallahu 'alaihi wasallam. memberikan teguran kepada Ka’ab bin malik Ra. Orang yang sangat Mencintai Rasul tapi kok tidak mau ikut dengan Rasul., Ka’ab bin Malik menangis, dia berkata “yang membuat ku menangis bukan perintah itu, seandainya ku di penggal aku Ridho, tapi masalahnya Rasul sudah memohonkan pengampunan bagiku dan bagi semua yang tidak ikut maka perintah ini datang untuk ku tidak boleh di ajak ngobrol 3 orang yang kena, Allah berfirman tiga orang yang tidak ikut didalam perang Tabuk terkena teguran oleh Allah subhanahu wata'ala, tidak boleh di ajak bicara tidak boleh siapapun, Ka’ab bin Malik berkata ini bukan karena dosaku tapi karena cintanya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam yang tersinggung aku tidak ikut dengannya beliau tidak ingin orang yang mencintai beliau tidak ikut bersama beliau diperang Tabuk maka Rasul bertanya pada saat di Tabuk “ayna Ka’ab bin malik?” “Ka’ab bin malik kemana? biasanya dia suka ikut bersama ku” maka salah seorang berkata “munafik ya Rasulullah” maka berkata Abdullah bin Mas’ud ra “seburuk buruk ucapan adalah ucapanmu dia itu orang yang cinta kepada Allah dan Rasulnya” Rasul terdiam, maka ketersinggungan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam itu membuat turunnya ayat agar Allah memberikan agar orang yang mendapat teguran tidak diajak bicara, Ka’ab bin Malik menangis.., “aku tidak sangka cintanya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam sedemikian besarnya padaku sampai beliau demikian tersinggung sampai Allah pun tersinggung aku tidak boleh di ajak bicara semua teman teman, semua orang ku ajak bicara ku ucapkan salam tidak satu pun menjawab” aku datang kepada Rasul ikut shalat menjadi makmum selepas shalat aku bersalam Rasul terdiam saja kuperhatikan bibirnya bergerak tidak menjawab salamku beliau membuang muka untuk tidak menunjukan bibirnya bergerak menjawab salam atau tidak. maka Ka’ab bin Malik mundur, sehari dua hari, akhirnya datang utusan ke hari 40, dia sudah tidak keluar rumah, hanya di rumah saja, karena ketika ia keluar kepada saudara sepupunya :“Assalamu’alaikum, aku adalah orang yang mencintaimu bukankah aku mencintaimu dan aku di cinta Allah dan Rasul….??“ Tidak di jawab oleh saudaranya, “kau bersaksi kalau aku ini mencintai Allah dan Rasul atau tidak?”. Tidak di jawab, Rasul sudah perintah tidak boleh bicara, maka ia pun pulang menangis, dia kumpul dengan 3 orang itu saja, hari ke 40 datang utusan, berkata Ka’ab bin Malik “ada ada apa ini?”, Aku utusan dari Rasul.., “apa yang di katakana Rasul?”, Kata Rasul saw “pulangkan Istrimu dari rumahmu, kau tidak boleh juga berbicara dengan Istrimu”(Laillahaillah) Berkata Kaab bin Malik, makin berat ujian aku, istrinya dipulangkan pada Ayahnya, Maka Kaab bin Malik menangis, datang para sahabat pada Rasul : “ya Rasulullah Kaab bin Malik terus menangis, tidak berhenti dari hari pertama sampai hari ini, bolehkah aku khidmah padanya karena dia tidak keluar rumah, tidak makan, tidak minum, ku bawakan minuman, makanan” Rasul berkata “boleh tapi jangan di ajak bicara, karena Allah melarangnya”, Maka dia pun berbuat demikian. hari ke 50 Kaab bin Malik Shalat subuh jauh dari Shaf nya Rasulullah, Rasulullah selesai shalat di sana, dia shalat jauh dari tempat terkucil lalu datanglah utusan menjerit “dimana Kaab bin Malik? Sudah turun ayat Allah telah mengampuninya”, Kaab bin Malik berdiri dan bersujud kepada Allah subhanahu wata'ala, “aku tau pasti ini hari yang ke 50 datangnya perintah dari Allah untuk memafkanku bisa kembali lagi berhubungan dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan akrab”, Dia datang maka para sahabatpun memeluknya, sahabat juga rindu padanya, Cuma karena Allah melarang ya sudah mundur semuanya, mereka memeluk Kaab bin Malik, berkata“Barakallahufik, selamat selamat sekarang kau sudah di maafkan Allah, turun ayat untukmu, Allah berkata mereka dari kaum Muhajirin dan Anshor dan 3 orang yang telah menentang untuk tidak berangkat ke Tabuk di Maafkan oleh Allah subhanahu wata'ala, Allah menerima Taubat kalian, ayat turun untuk menerima taubat kalian” Maka ia sampai kehadapan Rasul saw yang sedang duduk dan mencium kaki Rasul saw dan menangis di pahanya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam karena gembira. Hadirin hadirat yang di muliakan Allah, Demikian kejadian Tabuk, perang Tabuk pada tahun 9 Hijriyah di bulan Sya’ban, Hadirin hadirat hal yang terakhir yang perlu saya sampaikan adalah kemuliaan malam Nisfu Sya’ban, malam selasa yang akan datang kita sekaligus Nisfu sya’ban Insya Allah di Monas yang tidak ada halangan hadir, semoga cuaca baik, semoga juga tidak ada hambatan dari apapun, amin Allahuma amin. Dan semoga yang hadir lebih banyak dari yang sebelum – sebelumnya. Diriwayatkan di dalam shahih ibn hibban bahwa Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda “dimalam Nisfu Sya’ban Allah memandang penduduk Bumi dan mengampuni semua dosa keturunan Adam kecuali orang yang tidak menyembah Allah dan orang yang suka bermusuhan (orang yang suka memutus talisilahturahmi) selai dari mereka di hapus dosanya oleh Allah di malam Nisfu Sya’ban” Di riwayat lain di dalam Musnad Imam Ahmad bin Hambal di riwayatkan bahwa Rasul shallallahu 'alaihi wasallam keluar ke pekuburan Baghi di malam hari di ikuti Sayyidatuna Aisyah Ra “mau kemana Rasulullah ini malam – malam keluar”Di lihat beliau di pekuburan Baqi’ malam – malam, ini dalil juga hadits tentang sunahnya ziarah malam boleh, Rasul shallallahu 'alaihi wasallam ke Baqi berdo’a lalu kembali “wahai Rasul apa yang terjadi?” Rasul bersabda : “wahai Aisyah kau tidak taukah ini malam nisfu sya’ban, malam ini Allah mengampuni dosa hamba – hamba Nya lebih banyak dari pada jumlah bulu domba di muka bumi, pengampunan Allah turun di malam Nisfu Sya’ban itu” Hadirin hadirat berkata Al Imam Sya’fii Alaihi Rahmatullah, 5 malam mustajab demikian di riwayatkan di dalam Syi’bul iman lil baihaqy, 5 Malam yang Istajab do’a : Malam Jum’at, datang suatu waktu dimalam jum’at do’a mustajab disetiap malam jum’at dan di malam 1 Rajab dimalam Nisfu Syaban dan di malam Idul Adha, dan di malam Lailatul Qadr, 5 Malam ini Mustajab do’a, kita kumpul di mala Nisfu Sya’ban membaca Yasin, kenapa membaca Yasin? Saya baru berhasil mengumpulkan 70 Riwayat, belum lagi lebih karna waktu sempit, lebih dari 70 Riwayat yang menjelaskan : “barang siapa yang membaca Yasin di qabulkan hajatnya”, Orang yang mempunya hajat membaca yasin 1 kali Allah kabulkan hajatnya, Di riwayatkan oleh para Muhadits, mereka merangkum kemuliaan – kemuliaan Surat Yasin, dari hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diantaranya adalah : Yang pertama adalah “barang siapa yang mempunya hajad membaca Surat Yasin di qabul hajatnya, lalu jika orang sulit melahirkan, di bacakan surat Yasin dimudahkan pula melahirkan, orang yang tersiksa di Sakaratul maut tidak bisa wafat maka di bacakan surat Yasin Maka segera wafat dalam Khusnul Khatimah, dan mereka yang sudah wafat di bacakan surat yasin Allah mengampuni Jenazahnya, demikian diantara faidah kemuliaannya Yasin, kita baca Yasin 3 X, satu untuk panjang umur, satu untuk ditambah rizqi kita, satu untuk di wafatkan di dalam khusnul Khatimah. Hadirin hadirat, kalau kita hadir seperti kemarin atau Insya Allah lebih, misalnya 1 Juta muslimin muslimat baca Yasin berarti kan seorang kebagian pahala 3 Juta membaca Surat Yasin, hadirin hadirat kapan kita bisa mendapat pahala 3 Juta surat Yasin kita baca, di tambah lagi Dzikir Jalallah 1000 lagi, kalau 1 juta, jadi 1 Miliar kita membaca “ya Allah ya Allah” Hadirin hadirat di malam yang mustajab, kalau malam lailatul Qadar kan malam yang sudah jelas, kita malam Nisfu Sya’abn juga kan jelas sebagian pendapat mengatakan malam turunnya Al Qur’an malam nisfu Sya’ban tapi pendapat yang lebih kuat bahwa malam turunnya Al qur’an itu di Bulan Ramadhan Demikian hadirin hadirat yang di muliakan Allah Di antara dalil dalil kemuliaan malam Nisfu Sya’ban, 4 hal yang perlu saya perjelas sebelum kita bermunajat kepada Allah : Pengumuman yang pertama : Majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mulai malam selalu setiap malam di mulai pukul 20.30 mulai semalam, jadi jam setengah Sembilan kita mulai, bukan jam sembilan lagi, kita majukan. Kenapa Bib ? Banyak sebab, diantaranya majelis kita ini kan makin banyak Nisanya, kaum wanita makin banyak kalau pulang terlalu malam kan kasihan, jadi setengah Sembilan kita mulai, jam sepuluh selesai setengah sebelas sudah di rumah, kan enak begitu, di seluruh wilayah termasuk malam selasa dan malam minggu dan lainnya setengah Sembilan mulai, jam sepuluh selesai, itu yang pertama sebabnya. Yang kedua juga banyak yang mengeluh, kakak, suaminya, Istrinya, bapaknya datang mengeluh dengan surat, dengan sms, dengan email, “bib, suami kami atau istri kami atau anak kami atau adik kami tidak mau bangun subuh karena pulang majelis kemalaman, subuh tidak bangun, makannya kita majelis setengah Sembilan jam sepuluh bubar, setengah sebelas sudah sampai rumah, mau ngapain mandi, cuci kaki, apa lagi yang lainnya setengah dua belas sudah tidur semua dan jam 4 sudah bangun semua, bisa tahajud dan witir dan lainnya, amin allahumma amin. Makin berkah orang melakukan shalat tahajud, witir dan melakukan shalat subuh pada waktunya. Yang ketiga sebabnya pribadi saya, sekarang kan tidak ada istirahat lagi karna malam rabu tidak kosong lagi, sekarang malam Rabu di isi dengan majelis Asma’ul husna, kalau malam sabtu kan kita majelis Dzikir jalalah 500 kali, pindah pindah, malam Rabu kita isi walau sebenarnya itu kosong istirahat saya itu malam Rabu karna banyak permintaan kita isi dengan Dzikir Asma’ul Husna, jadi acaranya maulid Diya’ulami, Tausyiah setelah itu Dzikir Asma’ul Husnah yang di rangkum untuk do’anya oleh guru mulia Al Musnid al Alamah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz pada Maddad nabawi, jadi malam Rabu tidak ada waktu kosong lagi buat kita, buat pribadi saya berat juga karena apa ? kalau pulang kerumah, bubar jam sebelas sampai rumah jam dua belas masih ada lagi forum, terjemah, ini dan itu dan lain sebagainya, jadi jarang tidur malam, saya ini hadirin hadirat berkat do’anya hadirin hadirat saya sehat wa’afiah, 13 tahun Dakwah dari tahun 98 boleh di hitung dengan jari berapa malam saya tidur malam, sisanya tidak tidur malam, kalau di kumpulkan mungkin tidak sampai 100 hari tidur, selama 13 tahun itu tidak tidur malam, kalau di kumpulkan mungkin tidak lebih dari 100 malam saya tidur, sisanya tidak tidur. Hadirin hadirat, itu merusak tubuh karena tidak di sunahkan demikian, karna tubuh itu kalau tidur di malam hari ia mempunyai waktu untuk membenahi tubuh, lamanya belasan tahun rusak akhirnya muncullah peradangan di otak dan lain sebagainya maka perlu pemulihan, maka saya memundurkan waktu setengah Sembilan, manfaat untuk diri supaya ada waktu untuk tidur dimalam hari walau beberapa jam untuk pemulihan karna tidak ada waktu untuk istirahat lagi, malam Rabu sudah ada majelis Asma’ul Husna, jadi penuh setiap bulannya, itu pengumunan yang pertama. Pengumuman yang kedua : Majelis Malam Rabu, majelis baru sekarang mulainya setengah Sembilan setiap malam, bagi yang mau ngambil jadwalnya silahkan, Dzikir Asma’ul Husnah di akhir setalah Tausyiah, maulid, tausyiah, dzikir Asma’ul husnah bersama do’a – do’anya yang di tulis oleh Guru Mulia kita Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz. Pengumuman yang ketiga : Majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak libur, tidak ada liburnya memang toko di tutup?, tidak ada tutup majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, orang dulu Shalafusaleh waktu Ramadhan tutup sibuk khusus untuk baca Al Qur’an tidak ada lagi kesibukan lain, pokoknya tutup kerja berhenti, semua berhenti Al Qur’an saja siang malam, shalat, puasa terus. Zaman sekarang kalau tidak ada majelis Ta’lim kemana? nonton bola, nongkrong di warteg, ya itu sudah mending majelis Ta’lim ketahuan maknanya, demikian kira – kira hadirin hadirat. Hadirin hadirat yang di muliakan Allah, Duh ada yg tidak bisa hadir kalau bulan Ramadhan, tidak apa – apa, tentunya saya hanya menempatkan Majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak libur, mau malam idul fitripun majelis ini tidak libur, Insya Allah tidak akan libur selama saya hidup dan setelah saya wafat majelis Rasulullah tidak akan berhenti, amin Allahuma amin demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah. Jadi kalau bulan Ramadhan yang tidak bisa hadir tidak apa – apa tentunya, hanya pengumuman majelis ini tidak libur di bulan Ramadhan, malam selasa dan seluruh malam lainnya juga malam senin yang bulanan di pondok bambu tidak libur juga dan malam lainnya Cuma waktunya mungkin tidak setengah Sembilan kalau Ramadhan jadi sesuai dengan Al Munawar Masjid ini jam berapa selesainya, kita seperempat jam setelahnya, jadi sebaiknya shalat Tarawih disini kalau yang punya waktu demikian, maaf saya bicara terlalu panjang, Tausyiah jam sepuluh sudah selesai, namun kita berada di dalam keberkahan bulan sya’ban jadi menyampaikan sejarah perang Tabuk, cukup memakan waktu, semoga Allah memberi keberkahan kepada kita. Kita bermunajat kepada Allah subhanahu wata'ala, sekaligus pengumuman yang terakhir, Pengumuman yang ke empat : malam minggu depan kita berziarah ke maqam Al Habib Abdurrahman Al Habyi yang baru saja di ributkan tidak bisa di pindahkan Maqamnya, kita akan berziarah konvoi setelah majelis di Cilincing, kita akan mengarah ke Maqam Al Habib Abdurrahman Al Habyi, di wilayah cikini Jakarta pusat untuk berziarah juga berdo’a di tempat itu sebagaimana di sunahkan oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berziarah di bulan Sya’ban, ziarah dimalam hari, demikian hadirin hadirat yang di muliakan Allah, Kita bermunajat semoga Allah memberikan kemuliaan, kebahagiaan kepada kita, kebahagiaan dunia dan akhirat, keluhururan dunia dan akhirat, kesuksan dunia dan akhirat, keberkahan dunia dan akhirat, kedamaian dunia dan akhirat, kemakmuran dunia dan akhirat, فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ... Ucapkanlah bersama-samaيَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. Wahai Penyejuk jiwa, wahai penenang sanubari, wahai cahaya jiwa, wahai penerang kehidupan, wahai pemilik setiap Ruh dan jasad, Wahai yang dengan memanggil Nama Mu kami semakin luhur, semakin suci, semakin mulia, semakin di hapus dari dosa, semakin di jauhkan dari musibah, semakin di limpahi kenikmatanيَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. Satu Nama Mu lebih agung dari seluruh anugrah dan ke luhuran,Satu Nama Mu jika Kau bukakan cahayanya menerangi kehidupan kami dengan cahaya kebahagiaan dunia dan akhirat يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. Tunjukan Cahaya Nama Mu ya Allah, dalam kehidupan kami dalam wafat kami dalam setiap nafas kami, tunjukan cahaya keluhuran cahaya Muيَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. Membuka Keberkahan, cabut segala kesusahan, meringankan segala kesulitan, menyingkirkan segala musibah, melimpahkan segala anugrah, memberi semua hajad, lebih dari yang di harap,يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ Tidak lupa kita berdo’a jika Allah datangkan hujan, semoga hujan yang tidak membawa musibah, hujan yang datang membawa rahmat, Allah datangkan Kemarau, kemarau yang tidak membawa musibah, membawa rahmat bagi Jakarta dan seluruh wilayah muslimin, ia Rahman ia Rahim. | |
| Terakhir Diperbaharui ( Monday, 26 July 2010 ) |
19 Juli 2010
Abu Sangkan mengenai Abu Umamah
12.19
di kutip dari tulisan Abu Sangkan dalam "Abu Sangkan mengenai Abu Umamah"
Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh Asyhadu an laa ilaha illa Allah wa asy hadu anna Muhammadarrasulullah Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad Dewasa ini saya sering tidak menanggapi ulasan-ulasan saudara sesama muslim mengenai ajaran shalat khusyu' dan karya-karya saya berupa buku-buku yang saya tulis. Terkadang terasa tidak adil dan tidak bijak, karena didalam mengulas karya-karya buku saya dibutuhkan pemikir an yang baik. Namun saya berbesar hati didalam menanggapi hal ini, asalkan tidak menjadi sebuah permusuhan yang mengarah kepada perpecahan. Persoalan ini karena perbedaan persepsi dan pemahaman saja. Saya dapat memakluminya, karena ini terjadi akibat latar belakang ilmu dan pengalaman, serta kedewasan sebagai orang Islam. Saya sangat senang dan terbuka dengan adanya bantahan dan tanggapan, terlebih kalau dilakukan dalam forum diskusi yang diselengarakan didepan publik. Melalui cara itu, mereka akan mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan jelas dari sebuah pemaparan, karena bahasa tulisan terkadang kurang mewakili dari maksud yang dikandung. Namun demikian saya tetap akan memberikan tanggapan ringan saja, buat pembaca buku-buku saya, terutama kepada saudara Abu Umamah yang dengan semangat mengecam dan menganggap sesat karya-karya saya. Saya hanya mengharap kepada Abu Umamah, tetap teguh berjuang menegakkan keadilan. Saya salut terhadap beliau, karena semangatnya dalam memurnikan ajaran Islam dengan gigih, meskipun terkadang kurang pandai mengemas dengan akhlak yang baik. Saya sangat faham mazhab yang dianut Abu Umamah yang menyebutnya dirinya sebagai Ahli Sunnah Waljama'ah atau seorang salafi. Karena saya juga pernah belajar hal serupa sehingga saya bisa mengerti kemana arah pemikiran dan manhaj-nya. Pertentangan ini bukan hal yang baru bagi saya dan umat Islam telah mengalaminya selama berabad-abad. Ini hanya berganti generasi saja. Misinya cukup simple, yaitu memberantas TBC, yaitu tahayyul, bid'ah dan churafat (baca: khurafat). Pertentangan ini bukan hal yang baru terjadi didunia Islam. Sejarah telah mencatat munculnya pertentangan yang terjadi di Indonesia seperti kaum Nahdhiyyin (KH Hasyim Asy 'ari) dan kelompokMuhammadiyah (KH. Ahmad Dahlan) maupun dari Persis (A. Hasan). Persoalan yang dianggap bid'ah seperti qunnut, yasinan, tahlilan, baca barzanji, baca shalawat nabi dan lain sebagainya, adalah topik utama mereka. Namun perkembangan sekarang ketiga kelompok tersebut sudah terlihat saling menghormati setelah informasi semakin canggih. Saya masih ingat pada waktu kecil, kaum Muhammadiyyah membid'ahkan kaum Nahdhiyyin (NU) shalat tarawih 23 rakaat, sedangkan kaum Muhammadiyyah 11 rakaat. Namun sekarang sudah tidak menjadi masalah, karena di Saudi Arabiyyah melakukan 23 rakaat. Demikian juga persoalan adzan Jum'at yang dilakukan oleh Nahdhiyyin dua kali adzan sedangkan kaum Muhammadiyyah satu kali adzan. Ternyata di Saudi Arabiyyah melakukan dua kali adzan. Padahal Nabi melakukan shalat tarawih dimasjid hanya 3 hari, selebihnya dilakukan dirumah. Dan yang uniknya lagi, imam Masjidil Haram membaca qunnut didalam akhir Ramadhan namun diselipkan doa-doa yang tidak berasal dari Nabi, terbukti ia menyebutkan kata-kata Allahumma dammirAmerika, Israil. Padahal didalam ibadah tidak boleh menambah-nambah ibadah yang tidak diajarkan oleh Nabi. Demikian juga doa-doa dalam tawaf, tenyata banyak yang dibuat oleh para ulama', padahal tawaf adalah peribadatan yang ditetapkan sunnahnya. Dan orang-orang Saudi menggunakan alat dzikirnya meniru orang-orang Budha dan Katolik (rosario), yaitu biji tasbih made in China. Dan mengenai penyusunan mushaf Al qur'an, awalnya para sahabat mengalami perdebatan keras, terutama Zaid sekretaris Nabi. Karena Nabi tidak memerintahkan membukukan Al qur'an yang berserakan dan tertulis di pelepah korma, kulit kambing dan lain sebagainya. Tuduhan-Tuduhan Abu Umamah Saya sangat mengenal konsep pemikiran Abu Umamah dalam melancarkan setiap tuduhan-tuduhan yang berbeda pandangan dengan dia. Saya kira dia hanya kurang faham mengenai pemaparan buku-buku saya, karena memang harus memilki ilmu pendukung untuk mampu memahami karya saya. Didalam memahami tanggapan tulisan-tulisan saya, harus siap membuka hati dan pikiran. Dibutuhkan kejujuran dan kebersihan hati, bukan dilandasi karena emosi dan kebencian. Watawa saubil haq watawa saubish shabri ... Walaupun saya belajar ilmu tasawuf, tapi saya bukanlah orang tasawuf. Walaupun saya belajar ilmu salafi, tetapi saya bukanlah orang salafi. Walaupun saya belajar ilmu filsafat, tetapi saya juga bukan orang filsafat. Walaupun saya belajar ilmu meditasi tetapi saya menolak meditasi. Saya hanyalah orang biasa yang menjalankan shalat lima waktu, bersyahadat, berzakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan ibadah Haji ke Baitullah. Bagi saya ini sudah cukup dan tidak keluar dari ajaran Islam. Adapun kekurangan didalam menjalankan syariat, saya berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhinya sehingga tidak ada kata berhenti untuk belajar. Termasuk saya pun mempelajari cara berfikir Abu Umamah, tapi saya tidak akan seperti Abu Umamah. Abu Umamah menuduh Saya sebagai Pencipta Ajaran Shalat. Hal ini jauh dari kenyataan. Seharusnya saya sudah diusir dari masjid-masjid besar kalau benar-benar saya menyimpang. Padahal saya mengadakan pelatihan shalat di adakakan di halayak ramai, bukan ditempat yang tersembunyi. Bahkan saya sudah memberikan pemaparan shalat khusyu' dihadapan MUI Banjarmasin, Singapura, Hongkong, Jepang, Malaysia, Australia, dan seluruh Indonesia. Dan alhamdulillah mereka setuju dengan konsep pengajaran yang dilandasi syariat yang kuat. Karena Abu Sangkan tidak merubah shalat yang sudah menjadi hukum mahdhah. Justru saya mengajak untuk mengahayati setiap gerakan dan bacaan dalam shalat, seperti meluruskan punggung ketika ruku', berdiri tuma'ninah, sujud sempurna. Seluruh metode, saya ambil dari cara Rasulullah mengajarkan shalat kepada para sahabat . Pada waktu itu, Nabi selalu menegur langsung ketika sujudnya terlalu cepat seperti burung mematuk makanan. Semuanya saya latih diluar shalat, sebagaimana umumnya orang memiliki metode membaca Al qur'an. Mungkin, Abu Umamah terganggu dengan istilah "meditasi", sehingga ia mengira saya memasukkan unsur meditasi dalam shalat. Padahal istilah meditasi itu bukan ajaran agama Hindu. Kata meditasi itu sendiri berasal dari bahasa Inggris, bukan bahasa India, yang berarti berdoa (praying), atau menenangkan pikiran. Sedangkan kata atau istilah berdo'a, beribadah, beriman dan lain sebagainya, telah menjadi dan digunakan oleh agama-agama lain di Indonesia. Hal ini tidak bisa dipungkiri kenyataannya. Dari sisi marketing, buku shalat khusyu diminati orang-orang yang belum shalat, karena ada kata meditasi. Hal ini terinspirasi oleh ulama di Jawa masa Wali Songo yang mengganti kata "shalat" dengan "sembahyang", untuk menarik minat agar orang-orang Hindu ikut sembahyang (shalat) di masjid. Dan di halaman masjd, dibuat pintu masuk berupa gapura yang berasal dari kata "pura" (tempat sembahyang orang Hindu). Namun maknanya diganti menjadi ghafura dari bahasa Arab, yang berarti pengampunan (jawa: ngapura). Dan lihatlah bangunan masjid di Demak dan masjid-masid di Jawa terlihat kental dengan unsur arsitektur Hindunya. Kata "meditasi" sama dengan kata "spiritual" yang sering dugunakan orang-orang Islam. Karena bahasa tidak bisa diklaim oleh salah satu agama saja. Sama halnya ketika anda melihat bangunan gedung pemerintahan di Kremlin yang menggunakan kubah dan menara masjid. Kalau orang tidak tahu, pasti terkecoh dikira masjid. Atau malah sebenarnya terbalik, kubah dan menara bukanlah hasil karya arsitek muslim. Karena gereja-gereja pada masa Konstantinopel sudah menggunakan kubah. Yang paling unik adalah kata "menara" ternyata berasal dari kata "naarun", yang berarti api. Sedangkan menara dulunya adalah tempat api persembahyangan kaum Majusi. Apakah seseorang dilarang, jika sebelum shalat melatih diri untuk belajar berdiri dengan tenang ketika shalat ? Menenangkan pikiran agar tidak ngelantur kemana-mana. Padahal saat shalat, kita sedang berhadapan dengan sang Khalik. Berarti kesadaran jiwa dan pikiran harus terfokus kepada yang disembah, yaitu Allah. Sedangkan orang Budha terfokus kepada sang Bodha Gautama, orang Kristiani terfokus kepada Yesus Kristus. Perhatian saya dalam pelatihan shalat khusyu adalah agar bagaimana hati dan pikiran selalu berhubungan dengan Allah, bukan kepada selain Allah. Termasuk melatih agar tidak mudah melamun. Kenyataan ini telah menjadi keluhan hampir seluruh masyarakat Islam. Mengapa Abu Umamah hanya mementingkan segi fisik saja, sementara ruhiyah diabaikan. Padahal Allah hanya menerima shalat seseorang dilandasi keikhlasan (mukhlishina lahu addien). Sebagaimana kisah orang Arab Badui yang mengaku beriman, ternyata baru sampai kulit luarnya saja, sehingga Allah menurunkan ayat berikut ini : Dan orang-orang Arab Badui berkata: Kami telah beriman, katakanlah (kepada mereka) kamu belum beriman, tetapi katakanlah kami tunduk, karena iman itu belum masuk kedalam hatimu (QS. Al Hujuraat,49: 14) Dan sebuah hadist menegaskan : Anta'buda ka annaka tarahu fainlam takun tarahu fa innahu yaraka Beribadahlah seolah engkau melihat Allah, kalau engkau tidak mampu melihat Nya, sesungguhnya Dia melihat engkau ( Al hadist shahih ). Dan Allah melarang shalat seperti shalatnya orang-orang munafik, karena dilakukan dengan perasaan malas dan pikirannya tidak terfokus kepada Allah kecuali hanya sedikit. Mereka shalat karena dilandasi ingin dilihat orang lain (riya'). Perbuatan riya' dan munafik itu adanya dihati, karena ternyata orang munafik juga shalat Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah,dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' (dengan shalat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali hanya sedikit (QS. An Nisa,4:142) Abu Umamah hanya kurang peka terhadap tulisan-tulisan saya dalam menyampaikan hadist-hadist yang saya uraikan dalam bentuk praktek. Dikira saya mengarang shalat kreasi baru. Terbukti jamaah saya shalat dimana-mana tidak ada yang aneh. Dan saya pun telah menjadi imam shalat dihadapan ribuan jamaah, namun mereka tidak ada yang protes. Seandainya Abu Umamah bisa menyempatkan shalat berjamaah dengan saya, pasti tidak akan terjadi perdebatan seperti ini. Tetapi tidak apa-apa, insya Allah suatu waktu akan berjumpa dalam shalat bersama. Kesimpulan dari persoalan pelatihan shalat khusyu'. Selama tidak ada larangan dari Nabi, berarti kebolehan. Yang dilarang adalah merubah syariat shalat. Termasuk bacaan shalat dirubah menjadi bahasa Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Yusman Roy dari Malang (Perdebatan viaTeleconference antara Abu Sangkan dengan Yusman Roy di Metro TV). Ditegaskan disini, shalat diawali dengan niat lalu takbir sampai salam. Diluar itu bukanlah shalat. Maka kegiatan pelatihan shalat bukanlah shalat, tetapi hanya latihan. Bagaimana menurut Anda, sebelum memasuki takbir, bolehkan kita melakukan kegiatan oleh raga, tertawa, atau baca buku ? Atau setelah menyelesaikan salam, bolehkan kita melakukan kegiatan gerakan-gerakan bebas seperti melompat dan berlari. Selama itu tidak dilakukan didalam shalat, maka itu bebas (boleh) bukan mengada-mengada soal agama. Tetapi kalau kegiatan itu dilakukan di dalam shalat, maka itu bid'ah. Semoga Abu Umamah memahami arti bid'ah dalam beribadah. Tuduhan bahwa Abu Sangkan Penganut Wihdatul Wujud Didalam buku saya "Berguru Kepada Allah". Pada bab misteri Al hallaj, saya justru meluruskan ajaran Al hallaj yang kurang sempurna. Karena Al Hallaj tidak mampu melepaskan kesadarannya, sehingga tidak bisa membedakan mana Allah dan mana dirinya. Inilah yang dinamakan ittihad (penyatuan). Kesimpulan saya pada bab ini, adalah manusia pada awalnya tidak ada dan akan kembali tidak ada. Yang kekal hanyalah Allah semata. Kullu man 'alaiha faan .... wa yabqa dzul jalali wal ikram ... Apakah ayat ini ada yang salah?. Siapakah sebenarnya yang kekal abadi ?. Namun kalau difahami dengan benar, saya sependapat dengan pejelasan Imam Al ghazaly, bahwa Al hallaj tidak mengaku Allah. Dia hanya membaca ayat yang berbunyi : innani Ana Allah laa ilha illa ana fa'budnii .... Sungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang Haq) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.(QS. Thaha 20:14) Wallahu a'lam. Saya hanya menganggap Abu Umamah khilaf dan kurang teliti membaca bab ini. Pikirannya terlalu dipenuhi kecurigaan dan hatinya bergejolak kurang tenang. Dan ilmu tidak akan bisa masuk kepada orang yang hatinya tidak dipenuhi cahaya Ilahy. Pada bab-bab sebelumnya, banyak ayat-ayat mutasyabihat yang saya kutip. Dan saya tidak berani menafsirkan ayat-ayat tersebut dengan pikiran saya. Saya hanya membiarkan ayat-ayat mutasyabihat tersebut apa adanya, seperti kalimat yadullah (kedua tangan-Ku). Melihat uraian ini, Abu Umamah tidak faham. Dikira saya membuat pernyataan "mentashbihkan" (menyerupakan) Allah dengan tangan manusia. Sama sekali tidak !! Ayat-ayat mutasyabihat hanya bisa difahami oleh hati orang yang bertakwa. Alif laam mim ... dzalikal kitabu laa raiba fiihi hudan lil muttaqien .... Tidak ada satu dalilpun yang mengatakan, bahwa para sahabat menanyakan arti ayat-ayat mutasyabihat kepada Rasulullah dan Beliau tidak memberikan tafsir ayat-ayat mutasyabihat. Didalam surat Al anfal ayat 17, Allah berfirman : Maka bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. Pada ayat ini, apakah Rasulullah dianggap seperti Al Hallaj atau wihdatul wujud?. Jika ditanya: "Wahai Rasulullah, siapakah yang membunuh dan melempar panah ketika engkau membidik panah?". Kira-kira apa jawaban Beliau ....?? Kalau Beliau menjawab sesuai dengan ayat diatas, pastilah Beliau akan mengatakan, "Allahlah yang melempat panahku ....." Masihkah Anda menuduh saya wihdatul wujud, yang Anda sendiri tidak paham persoalan ini?. Tuduhan bahwa Abu Sangkan Menganut Sinkretisme Mungkin Abu Umamah kurang paham arti sinkretisme, sehingga saya dianggap menganut faham ini. Tidak ada satupun ajaran tersebut dalam buku saya. Justru saya hanya prihatin melihat kemunduran umat islam selama berabad-abad. Mengapa orang-orang Eropa mampu menemukan sains modern dan mampu menciptakan teknologi canggih?. Ternyata mereka perduli terhadap fenomena alam yang luar biasa, yang memberikan pelajaran bagi manusia. Padahal mereka tidak mengenal Al qur'an. Namun mereka telah memanfaatkan kemampuan berfikirnya dan akal sehatnya untuk meneliti gejala alam yang terhampar luas. Mulai dari energy listrik, nuklir, mineral, bahan kimia, ilmu aerodinamika, biologi, psikologi, neurologi, astronomi, mesin diesel, kapal selam dll. Hampir semuanya dikuasai oleh mereka. Sementara umat Islam hanya diam tidak turut terlibat mengamati sumber alam yang penuh manfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Tanpa disadari hasil penemuan mereka dimanfaatkan oleh umat Islam seluruh dunia, termasuk negara-negara Arab, meminta bantuan Amerika untuk pengeboran minyak, mengolahnya, bahkan menjualkannya. Padahal Al qur'an telah memberikan wacana berfikir kepada kita, agar tidak ketinggalan dalam ilmu pengetahuan. Sebagaimana disebutkan ayat-ayat berikut ini : Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu terdapat pelajaran bagimu, Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perut (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah,yang mudah ditelan bagi orang yang hendak meminumnya (QS.An Nahl,16:66) Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata. Untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (QS. Qaaf,50:7-8) Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat ayat-ayat Allah bagi orang-orang yang beriman. Dari pada penciptaan Kamu dan binatang-binatang yang melata yang bersebar (dimuka bumi) terdapat ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan Allah bagi kaum yang yakin. Dn pada pergantian malam dan siang serta hujan yang diturunkan Allah dari langit sebagai rezeki lalu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya dengan air hujan itu,dan pda perkisaran angin terdapat pula ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan Allah bagi mereka yang berakal. Itulah ayat-ayat Allah, Kami memebacakannya kepadamu sebenarnya,maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan ayat-ayat-Nya. (QS. Al Jastsiyah,45: 3-6) Dalam ayat-ayat diatas terdapat kandungan peringatan untuk umat Islam. Disamping mereka diharuskan membaca Al qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, namun diperintahkan pula untuk memikirkan ciptaan Allah sebagai pelajaran. Namun fakta yang terjadi sangat ironis, justru orang-orang kafirlah yang menguasai ilmu pengetahuan, seperti peternakan, geologi, geofisika vulkanologi dan lain sebagainya. Apakah saya disebut sebagai penganut sikretisme kalau saya memahami ilmu-ilmu tersebut? Bukankah saudara Umamah tidak sadar, bahwa ilmu-ilmu tersebut adalah ciptaan Allah dan kita diperintahkan untuk mengambil sebagai pelajaran?. Ulasan-ulasan yang tidak difahami oleh Abu Umamah dalam bukunya Mengenal Lebih Dekat dengan Abu Sangkan halaman 84. Sangat kelihatan Abu Umamah tidak membaca dengan baik tulisan-tulisan saya; Padahal uraian saya adalah sebuah kesimpulan dari hadist-hadist nabi yang menyuruh kita shalat dengan serius dan thumaninah dan tidak terburu-buru. Selanjutnya dipraktekkan sebagaimana saya tulis dalam buku saya halaman 58-59. Padahal semua yang dipraktekkan adalah tuntunan Nabi yang saya jadikan metodologi. Seperti berdiri thumaninah, rukuk, sujud dan tahiyyat. Semuanya dilakukan dengan tenang dan rendah hati. Pertanyaanya adalah : Apakah dilarang berdiri sehingga tulang-tulang dan sendi-sendi dalam tubuh kita rileks dan tidak tegang ketika shalat ? Apakah dilarang pikiran hening didalam shalat? Mengapa tidak tidak menyalahkan orang yang pikirannya melamun dan ngelatur kemana-mana ketika shalat? Bukankah itu lebih bid'ah, karena pikiran Rasulullah tidak pernah melamun dalam shalat. Apakah dilarang ketika hati kita hadir dalam shalat, sementara banyak orang shalat tetapi hatinya tidak hadir? Apakah dilarang memperbagus shalat dan wudhu' seseorang dengan dibarengi hatinya ingat kepada Allah, sementara banyak orang berwudhu yang tidak menghayati wudhu'nya sehingga tidak ubahnya mencuci muka biasa?. Apakah salah orang shalat harus dilakukan dengan kesadaran ? Sementara Abu Umamah menyalahkan persoalan-persoalan ini. Kesimpulan dari uraian Umamah, bisa diketahui bahwa dia shalat namun pikirannya tidak tenang, karena ia melarang orang shalat pikirannya hening. Dan shalatnya tidak dilakukan dengan tenang dan tumakninah, karena ia melarang melatih tulang-tulang kembali pada tempatnya. Justru dialah yang yang tidak menjalankan sunnah Nabi, karena yang saya tulis adalah sunnah Nabi dalam mengajarkan shalat kepada para sahabat. Tolong pelajari lagi hadist-hadist yang memerintahkan untuk sadar dalam shalat, membetulkan tulang-tulangnya sehingga lurus dan tenang didalam setiap gerakan rakaat maupun bacaannya. Semua hadist yang menyangkut shalat khusyu' sudah saya himpun dan saya susun menjadi pelajaran bagi yang shalatnya terburu-buru dan pikirannya melayang-layang, dan ini perlu dilatih. Bagi yang tidak mau latihan jangan mengusik orang yang sedang belajar. Melarang orang belajar shalat sama halnya orang-orang Yahudi yang menghalang-halangi shalat, hanya saja dikemas dengan perkataan "bid'ah", agar tidak terlihat menghalangi orang-orang yang sedang belajar shalat. Kalau memang Abu Umamah orang Islam yang benar, pasti dia akan mendatangi rumah saya dan berdiskusi dengan baik dan penuh akrab dan shilaturrami. Dengan diawali dengan shalat berjamaah tentunya. Inilah akhlak Islam yang sebenarnya yang banyak dilakukan kaum sufi yang bersih hatinya. Abu Umamah mengaku Ahli Sunnah Waljama'ah ? Saya belum percaya seratus persen kalau Abu Umamah adalah ahli sunnah wal jamaah. Mengapa demikian? Karena yang saya tahu jumlah hadist Rasulullah dikeluarkan dan diriwayatkan berjumlah puluhan ribu bahkan jutaan jumlahnya. Itupun masih tergantung kedudukan keshahihannya. Dan berapa jumlah hadist yang shahih, hasan, mutawatir, masyhur, muan'an, mudhayyaq, musalsal, ahad, gharib, munqati'? Sudahkan Anda mampu menjalankan seluruh sunnah Nabi? Belum lagi jumlah ayat-ayat dalam Al qur'an, sudahkan Anda mampu menjalankan semuanya?. Apa hukumnya yang tidak menjalankan Islam secara kaafah?. Masihkan Anda berani mengatakan ahli sunnah wal jamaah? Anda tidak ada bedanya dengan saya yang hanya menjalankan sebagian sunnah nabi saja. Anda masih menggunakan uang yang ada gambar orangnya, yang menurut hadist hukumnya haram. Sementara, Anda sering melarang orang melukis makhluk hidup. Hal ini sama halnya orang-orang Saudi yang tidak konsisten, mereka menempelkan lukisan-lukisan Raja Fahd, Raja Abdullah, Raja Saud di setiap hotel di Saudi Arabiayah. Apa hukumnya orang yang menyesatkan orang lain, sementara saya telah bersyahadat setiap shalat, menjalankan shalat lima waktu, berzakat, berpuasa di bulan Ramadhan, menunaikan ibadah haji ke Baitullah ? Saya memaafkan Abu Umamah karena dia belum kenal dengan saya, walaupun dia mengaku dalam tema bukunya "Mengenal lebih dekat dengan Abu Sangkan". Namun dia tidak kenal dengan saya, apalagi berdiskusi dengan baik dan terhomat. Saya khawatir terhadap Abu Umamah, dia tidak bisa membedakan Islam dan kultur Arab yang keras. Islam adalah akhlak dan lemah lembut, apalagi dalam berdakwah. Al qur'an menyuruh berdakwah dengan cara yang sangat lembut dan mauidhatil hasanah ... cara ini dilakukan oleh ulama' Jawa (Wali Songo) sehingga umat Hindu tertarik mempelajari Islam, walaupun masih belum sempurna. Mungkin kalau Anda ingin merasakan bagaimana sulitnya berdakwah, cobalah berdakwah di wilayah Hindu, seperti di Bali. Kalau Anda jujur, pasti Anda akan mengatakan Wali Songo itu hebat dan cerdas. Ulama Jawa, ketika melihat umat Hindu menjalankan ritual kematian mengadakan upacara selama tujuh hari, mereka tidak langsung merubah kultur dan kebiasaan agama sebelumnya. Apalagi langsung menhardik dengan kata-kata kafir sesat dan bid'ah. Mereka mengisi hari-hari tersebut dengan bertahlil dan bertahmid. Maksudnya mengarahkan tauhid mereka agar tidak menyekutukan Tuhan. Lihatlah situs-situs masjid Menara Kudus yang berbentuk seperti candi, pintu gerbang masjid seperti seperti pura Hindu, atap mesjid dibuat seperti pagoda. Mereka tidak merubah pakaian menjadi pakaian Saudi Arabiayah atau Pakistan, india, tetapi tetap menggunakan sarung seperti yang dipakai orang Hindu pergi sembahyang ke pura. Hal ini terjadi terhadap fiqhuddakwah Partai Keadilan Sejahtera. Mereka melakukan dakwah melalui dan mengisi peluang dunia politik sebagai kendaraan dakwah mereka di DPR. Mereka bertujuan menegakkan syariah, namun dinilai salah oleh beberapa kelompok Islam, karena melalui cara sekuler, yaitu Trias Polica. Kesimpulan dari penjelasan saya diatas, bukanlah akhir jawaban saya. Karena masih banyak lagi yang bisa saya sampaikan jika diperlukan. Dan saya sangat senang jika bisa berjumpa langsung dengan Abu Umamah demi keadilan dan menjalankan sunnah Al qur'an, yaitu bermusyawarah dengan baik. Dan sekali lagi Abu Umamah bukanlah Ahli Sunnah Waljamaah yang murni, tapi hanya sekedarnya saja. Kalau berjumpa dia, saya bisa tunjukkan hadist mana yang tidak dijalankan oleh dia, dan hadist mana yang telah dilanggar oleh dia. Hayya 'alash shalah hayya 'alal falah ..... Wassalam ABU SANGKAN Jl. Kemangsari IV/5, Jatibening Bekasi. |
18 Juli 2010
Balasan Dari Allah Swt Kepada Orang Yang Berinfak
11.34
di kutip dari Majelis rassulullah.org
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
tapi mereka muslimin itu penduduk makkah, madinah yang menguasai makkah, madinah muslimin, jadi tidak seperti palestina, kalau palestina kan yahudi non muslim, tapi muslimin yang sudah di isyaratkan oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, Rasul sudah tau tempatnya madinah dan makkah akan menjadi seperti itu,
Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dirwiyatkan pada Shahih Bukhari : aku tidak takut syirik menimpa kalian, maka kultus, ziarah syirik, tawasul syirik, Rasul sudah jawab aku tidak takut syirik menimpa kalian setelah aku wafat, apa yang di takuti Rasul ? yang ku takuti kalian saling hantam perebutkan harta jawaban untuk penduduk makkah dan madinah dan negerinya, apa ? Allah tidak takut kemusyrikan-kemusyrikan yang kalian takutkan,
Rasul sudah katakan:
“aku tidak takut syirik menimpa kalian, yang ku takutkan kalian perebutan harta” br/> bawa pasukan 5000, 50.000 dari amerika serikat, pasukan non muslim masuk ke negerinya untuk menghantam muslimin sendiri, dibayarkah orang-orang non muslim untuk menghantam muslim sendiri demi minyak dan demi harta, ini yang ditakutkan oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam.
“aku takut kalian saling hantam karna untuk memperebutkan harta” demi minyak dan harta mereka menyewa orang-orang non muslim dengan senjatanya masuk ke Haramain, makkah dan madinah juga untuk menghancurkan saudara musliminnya demi harta, ini yang ditakutkan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَنْفِقْ يَا ابْنَ آدَمَ أُنْفِقْ عَلَيْكَ
( صحيح البخاري )قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَنْفِقْ يَا ابْنَ آدَمَ أُنْفِقْ عَلَيْكَ
Sabda Rasulullah saw :
“Allah Yang Maha Berwibawa dan Maha Berkuasa berfirman : Berinfaklah wahai keturunan Adam (as), Aku akan berinfak pada kalian” (Shahih Bukhari)
“Allah Yang Maha Berwibawa dan Maha Berkuasa berfirman : Berinfaklah wahai keturunan Adam (as), Aku akan berinfak pada kalian” (Shahih Bukhari)
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ
Limpahan Puji Kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Luhur, Maha Menguasai kerajaan langit dan bumi dari tiada, dan Maha menciptakan segala bentuk dan benda, dan kesemuanya akan datang kepada Allah subhanahu wata'ala sebagai hamba :
إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آَتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا
Saat itu semua yg dilangit dan bumi akan datang kepada Allah Arrahman sebagai hamba (QS Maryam 93).
Limpahan Puji Kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang telah berfirman, Sebagai Sang Maha Tunggal sepanjang waktu dan zaman, yang Maha melihat segala kejadian, kesusahan, kenikmatan, perubahan kejadian yang kesemua tidak lepas dari pengawasan dari Sang Maha Pengatur, Maha mampu mengatur segala kenikmatan, berakhir dengan kesedihan dan tangis, Maha Mampu mengatur segala kesedihan berubah dan berakhir dengan kegembiraan dan ketenangan dan kebahagiaan,
Maka adakah tujuan melebihi Allah, adakah kehendak kita yang tidak bisa di jalankan Allah, adakah hajat kita yang tidak bisa terselesaikan dengan bantuan Allah, barat dan timur, butuh kita mohonkan bantuan tetapi Rabbul’alamin Maha Mampu menyelesaikannya dalam sekejap,
Dan Allah Maha mampu berbuat lebih cepat dari kedipan Mata, berubahlah keadaan yang hina menjadi mulia dan yang mulia menjadi hina,
Maka adakah tujuan melebihi Allah, adakah kehendak kita yang tidak bisa di jalankan Allah, adakah hajat kita yang tidak bisa terselesaikan dengan bantuan Allah, barat dan timur, butuh kita mohonkan bantuan tetapi Rabbul’alamin Maha Mampu menyelesaikannya dalam sekejap,
Dan Allah Maha mampu berbuat lebih cepat dari kedipan Mata, berubahlah keadaan yang hina menjadi mulia dan yang mulia menjadi hina,
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Katakanlah Wahai Muhammad, Wahai Allah Yang Maha memiliki Kerajaan Jagad Raya, Kau Yang memberikan kekuasaan, kepada siapa yang Kau kehendaki dan Kau Yang Mencabut kekuasaan dari yang Kau inginkan dan Kau muliakan siapa yang Kau inginkan, dan Kau hancurkan siapa yang Kau inginkan dan di dalam genggaman Mu segala kebaikan dan kesuksesan, dan Kau Maha Berkuasa Atas segala sesuatu”. (QS Ali Imran 26).
kalimat ini merangkum seluruh hajat kita mulai lahir hingga wafat, hingga akhir zaman, hingga Yaumil Qiyamah.
kalimat ini merangkum seluruh hajat kita mulai lahir hingga wafat, hingga akhir zaman, hingga Yaumil Qiyamah.
Fahamlah bahwa Nama Nya, tidak lepas menguasai kehidupan kita sampai kita wafat, dan setiap nafas kita terus berjalan didalam kehendak Nya, Beruntung mereka yang selalu mengingat Nya, Semoga aku dan kalian selalu dalam lindungan Nya, selalu dalam kelembutan Nya, selalu dalam pengampunan Nya dan selalu dalam keindahan Nya, selalu dalam Rahmat Nya, selalu dalam anugerahnya, selalu dekat dengan Nabi yang paling di Cintai Nya, Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Allah subhanahu wata'ala berfirman :
وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى
“Demi bintang yang berpijar indah, berpijar-pijar dengan cahaya keindahan, ketika berpijar dengan keindahan, Hawa adalah Cinta dan Rindu”(QS Annajma 1)
Bagaimana maksudnya bintang berpijar dengan cahaya kerinduan, sebagian ahli tafsir menafsirkan makna ayat ini adalah “bintang berpijar dengan cahaya kerinduan” adalah Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam,
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى
“Nabi shallallahu 'alaihi wasallam itu bukanlah membawa kesesatan, dan bukan orang yang mengacau dari ucapan yang maunya, ucapan semaunya, ucapan yang tidak bermakna”(QS Annajma 2)
Sang Nabi tidak berbicara, tidak berucap, tidak bersuara kecuali wahyu, ucapan dan suara beliau itu mewakili wahyu Ilahi bukanlah beliau diutuskan tapi Allah yang mewakilkan wahyu Nya, meluap melalui suara Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam,
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى
“dia tidak bicara dari hawa nafsunya”
Bukan dari keinginannya, bukan dari kemauan pribadinya,
Bukan dari keinginannya, bukan dari kemauan pribadinya,
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى
“ucapannya itu adalah wahyu yang di ucapkan oleh Allah subhanahu wata'ala ‘
diteruskan oleh lidah terindah dari semua lidah, lisan tersuci dari semua lisan, bibir termulia dari semua bibir, suara yang terpilih untuk mewakili tuntunan Ilahi, Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
diteruskan oleh lidah terindah dari semua lidah, lisan tersuci dari semua lisan, bibir termulia dari semua bibir, suara yang terpilih untuk mewakili tuntunan Ilahi, Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari Rasul shallallahu 'alaihi wasallam itu orang yang paling Indah suaranya, ketika bicara, ketika memberikan tausiyah dan ketika membaca Syair Qasidah, tidak ada suara yang lebih indah melebihi suara Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, suara yang membuat semua sanubari sejuk dan tenang, suara yang membuat sanubari yang gelap berubah terang benderang dengan sanubari yang bercahaya Iman, seruan dari panggilan terindah, mewakili seruan Ilahi, utusan Ilahi, orang yang diperintah oleh Allah mebawa keluhuran,
عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى
“Yang diajarkan beliau itu, diajarkan oleh Jibril As, yang memiliki kekuatan dan kehebatan”,
ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى
“Yang memiliki kewibawaan, kekuatan, dan kemuliaan,
tapi sang Jibril As yang memiliki kekuatan yang diberi oleh Allah swt kemuliaan, kewibawaan, kedahsyatan berhenti di satu batas tidak bisa lagi meneruskan untuk melanjutkan menuju kehadhirat Allah subhanahu wata'ala.
Yang paling kuat yang diberi kekuatan oleh Allah subhanahu wata'ala, kekuatannya dahsyat, yang memiliki kewibawaan yang agung sampai di suatu batas dan berhenti. Tinggal sang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sendiri, namun masuklah Nabi ke batas yang belum pernah ditembus seluruh makhluk,
tapi sang Jibril As yang memiliki kekuatan yang diberi oleh Allah swt kemuliaan, kewibawaan, kedahsyatan berhenti di satu batas tidak bisa lagi meneruskan untuk melanjutkan menuju kehadhirat Allah subhanahu wata'ala.
Yang paling kuat yang diberi kekuatan oleh Allah subhanahu wata'ala, kekuatannya dahsyat, yang memiliki kewibawaan yang agung sampai di suatu batas dan berhenti. Tinggal sang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sendiri, namun masuklah Nabi ke batas yang belum pernah ditembus seluruh makhluk,
وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَى
“Dan dia (saw) di ufuk yg tertinggi"
lalu ia (Rasul shallallahu 'alaihi wasallam) mendekat dan semakin dekat bagaikan dekatnya dua kali busur panah atau lebih dekat lagi.
lalu ia (Rasul shallallahu 'alaihi wasallam) mendekat dan semakin dekat bagaikan dekatnya dua kali busur panah atau lebih dekat lagi.
Bisakah kau bayangkan ada suatu tempat yang tidak bisa ditembus oleh seluruh makhluk, tidak jutaan, triliunan malaikat, tidak pula Jibril As, tidak para Nabi dan Rasul, tidak para wali dan shalihin, tidak para bintang dan seluruh makhluk tembus berhadapan dengan terbukanya 70 ribu tabir yang terbuat dari cahaya, air dan kegelapan, bukan hanya berhadapan dari kejauhan tapi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diperintahkan mendekat.
Allah swt yang berfirman :
ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّ
“maka iapun shallallahu 'alaihi wasallam mendekat dan perlahan-lahan semakin dekat,
lalu apa?
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى
“maka ia (saw) sangat dekat bagaikan jarak dua busur atau lebih dekat”
فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى
Maka diwahyukan kepada hambanya apa-apa yang ingin diwahyukan oleh Allah subhanahu wata'ala
diberi wahyu langsung tidak melewati Jibril As, langsung berjumpa dengan Allah subhanahu wata'ala dan tidak satupun makhluk mampu berjumpa Allah subhanahu wata'ala sebelumnya.
diberi wahyu langsung tidak melewati Jibril As, langsung berjumpa dengan Allah subhanahu wata'ala dan tidak satupun makhluk mampu berjumpa Allah subhanahu wata'ala sebelumnya.
Hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah subhanahu wata'ala berfirman selanjutnya :
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى
“Tiadalah Sang Sanubari berdusta atas apa yg dilihatnya”
Allah swt tidak mengatakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak dusta dengan apa yang dilihatnya tapi Allah memberi satu gelar yang sangat indah kepada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam dengan menyebutnya “Al Fuad” (Sang sanubari) “sang sanubari tidak dusta atas apa yang dilihatnya”,
Allah subhanahu wata'ala menggelari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sanubari / Al Fuad, sanubari yang tidak berdusta atas apa yang dilihatnya. Sebagian ulama mengatakan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam tidak melihat Allah dengan matanya tapi dengan sanubarinya yang dengan sanubari itu ia shallallahu 'alaihi wasallam melihat Allah subhanahu wata'ala dan pandangan sanubari itu jauh lebih kuat dari pandangan mata. Kalau pandangan mata kau sekarang sedang melihat jalan misalnya duduk dipinggir jalan tapi sanubarimu sedang memikirkan yang lain yang sangat kau pentingkan, orang lewat didepan mu tidak terlihat. Orang mengangkat tangan “assalamualaikum..” mungkin kupingnya tidak dengar, kenapa? Hatimu sedang konsentrasi, karena kekuatan pandangan dan pendengaran hati jauh lebih kuat dari pendengaran telinga dan penglihatan. Oleh sebab itu mata dan telinga tidak mampu mendengar dan melihat Allah swt tapi sanubari jauh lebih kuat.
Allah subhanahu wata'ala menggelari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sanubari / Al Fuad, sanubari yang tidak berdusta atas apa yang dilihatnya. Sebagian ulama mengatakan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam tidak melihat Allah dengan matanya tapi dengan sanubarinya yang dengan sanubari itu ia shallallahu 'alaihi wasallam melihat Allah subhanahu wata'ala dan pandangan sanubari itu jauh lebih kuat dari pandangan mata. Kalau pandangan mata kau sekarang sedang melihat jalan misalnya duduk dipinggir jalan tapi sanubarimu sedang memikirkan yang lain yang sangat kau pentingkan, orang lewat didepan mu tidak terlihat. Orang mengangkat tangan “assalamualaikum..” mungkin kupingnya tidak dengar, kenapa? Hatimu sedang konsentrasi, karena kekuatan pandangan dan pendengaran hati jauh lebih kuat dari pendengaran telinga dan penglihatan. Oleh sebab itu mata dan telinga tidak mampu mendengar dan melihat Allah swt tapi sanubari jauh lebih kuat.
Allah swt berfirman Jangan kau dustakan sanubari Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang telah melihat Allah,
أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى
“apakah kalian masih ragu atas apa yang dilihatnya?”
Masya Allah, jangan ragu bahwa Allah telah bertemu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, di wahyukan dengan wahyu-wahyu mulia.
(QS Annajm 1-12)
Masya Allah, jangan ragu bahwa Allah telah bertemu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, di wahyukan dengan wahyu-wahyu mulia.
(QS Annajm 1-12)
Didalam firman lain Allah subhanahu wata'ala berfirman :
فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ، الْجَوَارِ الْكُنَّسِ
Al Imam A Thabatri dan Al Iman Ibn Katsir dan lainnya menjelaskan,
Makna ayat diatas :
Makna ayat diatas :
Aku (Allah) bersumpah demi bintang yang terbit dimalam hari dan hilang di siang hari, yang setiap malamnya beredar dari satu ujung keujung lainnya, yaitu 5 bintang itu selalu beredar keujung satu, keujung lainnya dan sirna disaat terbitnya matahari
وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ
“Demi malam ketika gelap gulita”,
والصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ
demi subuh ketika mulai bernafas (mulai terbit cahaya paginya)"
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ (19) ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ (20) مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ (21) وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ (22) وَلَقَدْ رَآَهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ (23) وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ (24) وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ (25) فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ (26) إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (27) لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ (28) وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (29
“Al Qur’an ini di ajarkan oleh utusan yang mulia yaitu Jibril As, yang Allah beri kekuatan oleh Sang pemilik Arsy Yang Agung, yang sangat ta’at kepada Allah dan sangat terpecaya yaitu Jibril As,
Dan Teman kalian (Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam) bukan orang yang tidak waras, bicaranya itu adalah kalam Ilahi,
Dia telah melihat Allah di ujung ufuk timur, di ujung ufuk yang terjauh, di ufuk yang paling jelas, di ujung yang paling jelas,
Dan Dia (Rasul shallallahu 'alaihi wasallam) tidak sekedar menyangka-nyangka dengan hal-hal yang ghaib
Hal Ghaib itu banyak, hal yang tidak di ketahui oleh manusia, alam Barzakh, alam ruh dan alam-alam ghaib lainya tidak diketaui oleh kita, tapi dari semua yang ghaib adakah (maksud ghaib itu tersembunyi/ kasat mata), dari semua yang tidak bisa di lihat manusia adakah yang lebih tersembunyi dari melihat Allah, ini yang tidak bisa di lihat bukan saja oleh manusia akan tetapi oleh Jin dan makhluk, maka apa yang tersembunyi atau yang ghaib dari semua yang ghaib adalah melihat Allah dan itu telah di lihat Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Dan tidaklah beliau itu bicara dari ucapan Syaithan yang terkutuk,
Rasul katakan Al Qur’an itu adalah peringatan bagi alam semesta,
Bagi siapa yang diantara kalian yang ingin Istiqamah, pintu istiqamah dan keluhuranAllah telah menciptanya yaitu Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam”. (Attakwir 16-29)
Dan Teman kalian (Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam) bukan orang yang tidak waras, bicaranya itu adalah kalam Ilahi,
Dia telah melihat Allah di ujung ufuk timur, di ujung ufuk yang terjauh, di ufuk yang paling jelas, di ujung yang paling jelas,
Dan Dia (Rasul shallallahu 'alaihi wasallam) tidak sekedar menyangka-nyangka dengan hal-hal yang ghaib
Hal Ghaib itu banyak, hal yang tidak di ketahui oleh manusia, alam Barzakh, alam ruh dan alam-alam ghaib lainya tidak diketaui oleh kita, tapi dari semua yang ghaib adakah (maksud ghaib itu tersembunyi/ kasat mata), dari semua yang tidak bisa di lihat manusia adakah yang lebih tersembunyi dari melihat Allah, ini yang tidak bisa di lihat bukan saja oleh manusia akan tetapi oleh Jin dan makhluk, maka apa yang tersembunyi atau yang ghaib dari semua yang ghaib adalah melihat Allah dan itu telah di lihat Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Dan tidaklah beliau itu bicara dari ucapan Syaithan yang terkutuk,
Rasul katakan Al Qur’an itu adalah peringatan bagi alam semesta,
Bagi siapa yang diantara kalian yang ingin Istiqamah, pintu istiqamah dan keluhuranAllah telah menciptanya yaitu Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam”. (Attakwir 16-29)
Allah telah berfirman :
Bagi siapa diantara kalian yang mau beristiqomah (kalimat kalian itu sampai pada diriku dan diri kalian semua), bagi siapa yang mengkhendakinya diantara kalian..
Pastikan kami diantaranya ya Allah,
Bagi yang mengkhendaki istiqamah di antara kalian..
Ya Allah semoga kami semua istiqamah, tapi kami ini hamba ya Allah,
siapa yang tidak ingin dekat dengan Mu Rabbiy ?!
siapa yang tidak ingin melihat Yang Maha Indah ?! kami melihat gunung indah, kami melihat gelombang lautan pantai indah, kami melihat tetumbuhan dan semua ciptaan Mu hanya sekali yang indah mempesona di mata kami, bagaimana kami tidak ingin melihat Mu Yang Maha indah wahai Rabbiy, hanya kami mengadu dengan dosa-dosa kami, ya apa pantas mata pendosa melihat Mu yang Maha Indah, namun mata yang rindu kepada Allah akan di beri kesempatan melihat Nya.
Bagi siapa diantara kalian yang mau beristiqomah (kalimat kalian itu sampai pada diriku dan diri kalian semua), bagi siapa yang mengkhendakinya diantara kalian..
Pastikan kami diantaranya ya Allah,
Bagi yang mengkhendaki istiqamah di antara kalian..
Ya Allah semoga kami semua istiqamah, tapi kami ini hamba ya Allah,
siapa yang tidak ingin dekat dengan Mu Rabbiy ?!
siapa yang tidak ingin melihat Yang Maha Indah ?! kami melihat gunung indah, kami melihat gelombang lautan pantai indah, kami melihat tetumbuhan dan semua ciptaan Mu hanya sekali yang indah mempesona di mata kami, bagaimana kami tidak ingin melihat Mu Yang Maha indah wahai Rabbiy, hanya kami mengadu dengan dosa-dosa kami, ya apa pantas mata pendosa melihat Mu yang Maha Indah, namun mata yang rindu kepada Allah akan di beri kesempatan melihat Nya.
Ketika Orang-orang telah masuk Surga diantara mereka masih belum di perlihatkan keindahan Allah, mereka masih murung, mereka tidak senang dengan segala istana2 kemegahan dengan segala keindahannya, ditanya kepada malaikat :
“kenapa kalian masih murung?”
Maka berkata mereka :
“kami belum melihat Allah”
Nikmat terbesar melihat Allah, maka Allah subhanahu wata'ala berkata :
“malaikatku kenapa kalian tutup mata mereka dari melihat Ku?”
“Wahai Allah mata mereka penuh dosa, sering melihat hal-hal yang haram, mata seperti itu tidak pantas melihat keindahan Mu wahai Allah, mereka sudah masuk surga, sudah Kau beri anugerah yang besar, masa iya pantas mata yang penuh dosa itu melihat Mu”
Allah berkata :
“tapi dahulu mata mereka pernah menangis rindu ingin melihat Ku, buka tabir agar mereka bisa melihatku, mereka pernah mengalirkan air mata, matanya rindu ingin melihat Ku”
“kenapa kalian masih murung?”
Maka berkata mereka :
“kami belum melihat Allah”
Nikmat terbesar melihat Allah, maka Allah subhanahu wata'ala berkata :
“malaikatku kenapa kalian tutup mata mereka dari melihat Ku?”
“Wahai Allah mata mereka penuh dosa, sering melihat hal-hal yang haram, mata seperti itu tidak pantas melihat keindahan Mu wahai Allah, mereka sudah masuk surga, sudah Kau beri anugerah yang besar, masa iya pantas mata yang penuh dosa itu melihat Mu”
Allah berkata :
“tapi dahulu mata mereka pernah menangis rindu ingin melihat Ku, buka tabir agar mereka bisa melihatku, mereka pernah mengalirkan air mata, matanya rindu ingin melihat Ku”
Dalam hadits qudsiy riwayat shahih Bukhari :
“barang siapa yang rindu jumpa dengan Allah, Allah rindu jumpa dengan Nya”
Jika saat ini kau rindu dengan Allah, saat ini Allah sedang rindu kepadamu, makin ingin Kau melihat Allah, makin ingin Allah jumpa denganmu, dan hari-harimu akan di buat semakin indah dan mulia karena engkau adalah hamba di muka bumi yang di rindukan Allah.
“barang siapa yang rindu jumpa dengan Allah, Allah rindu jumpa dengan Nya”
Jika saat ini kau rindu dengan Allah, saat ini Allah sedang rindu kepadamu, makin ingin Kau melihat Allah, makin ingin Allah jumpa denganmu, dan hari-harimu akan di buat semakin indah dan mulia karena engkau adalah hamba di muka bumi yang di rindukan Allah.
Hadirin hadirat, orang yang terakhir keluar dari api neraka sudah ratusan ribu, barang kali miliyaran tahun di dalam Neraka, ini Allah berkata “Orang yang di Neraka itu kuliatnya hangus, badan diganti dengan kulitnya yang baru biar merasakan siksaan yang pedih karena menolak cinta Allah, mereka terus diganti dengan kulit yang baru, hangus beberapa detik ganti kulit yang baru dan terus merasakan kepedihan siksa Neraka dan mereka keluar dari Neraka diantara yang terakhir penuh jeritan, penuh derita yang belum pernah di derita oleh makhluk manapun, terus terpanggang dan di goreng dalam api yang demikian dahsyat beribu-ribu tahun bukan satu dua minggu, ketika dia dihadapkan kepada Allah, lalu Allah memerintahkan malaikat memandikannya dengan air kehidupan di riwayatkan didalam Shahih Bukhari dimandikan dengan air danau kehidupan dari danau kehidupan, kembali lagi tubuhnya yang sudah hangus dan hancur menjadi baik, di beri pakaian-pakaian surga, lalu menghadap Allah (orang yang terakhir, yang paling lama di siksa) lalu dia dibukakan hijab dan tabir untuk melihat keindahan Allah,
Allah bertanya :
“hamba Ku, berapa lama kau di neraka?”
hamba yang paling lama di Neraka itu menjawab :
“aku tidak pernah ingat masuk Neraka wahai Allah”
Lupa dengan melihat keindahan Allah, lupa dengan miliyaran tahun menjerit, menggelepar, melolong karena kesakitan, lupa dengan sekejap ketika melihat keindahan Mu ya Allah, hilang semua sakitnya, hilang semua ingatan akan pedihnya, karena gembira dan karena indahnya Allah, masihkah jiwamu belum rindu ingin melihat Nya ?
“hamba Ku, berapa lama kau di neraka?”
hamba yang paling lama di Neraka itu menjawab :
“aku tidak pernah ingat masuk Neraka wahai Allah”
Lupa dengan melihat keindahan Allah, lupa dengan miliyaran tahun menjerit, menggelepar, melolong karena kesakitan, lupa dengan sekejap ketika melihat keindahan Mu ya Allah, hilang semua sakitnya, hilang semua ingatan akan pedihnya, karena gembira dan karena indahnya Allah, masihkah jiwamu belum rindu ingin melihat Nya ?
الْإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
“Al Ihsan adalah beribadah seakan kau melihat Allah, jika kau tidak mampu melihat Allah, ketahuilah Allah melihatmu” (Shahih Bukhari), sekarang Allah melihat kita dan hati kita, betapa senangnya Allah ketika melihat hatimu sedang rindu kepada Nya, detik ini Allah sedang rindu kepadamu,
“hambaku penasaran ingin melihat keindahan Ku, akan Ku tunjukan keindahan Ku”
“hambaku penasaran ingin melihat keindahan Ku, akan Ku tunjukan keindahan Ku”
Wahai Rabbiy Kami tidak mampu menanti waktu yang lama untuk memandang keindahan Mu, maka paling tidak beri kami percikan rahasia keindahan Mu dalam kehidupan ini, agar kami tenang dan tidak terganggu dengan dunia untuk merindukan Mu, saat kami ingin rindu dan merindukan Mu, saat akan berdzikir, datang kesulitan dunia, masalah ini dan itu, memikirkan ini dan itu pada Mu singkirkan seluruh masalah agar kami bisa tenang dan santai dalam dzikir merindukan Mu ya Allah.
Pegang diri kita dan bimbing diri kita pada Allah dengan urusan-urusan sayap nyamuk, Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
“dunia di mata Allah tidak melebih dari sebuah sayap nyamuk”
maka Rabbiy urusan sayap nyamuk selalu mengganggu kami dan rindu kami pada Mu, urusan dunia ini kami terpenjara untuk melihat keindahan Mu,
“dunia di mata Allah tidak melebih dari sebuah sayap nyamuk”
maka Rabbiy urusan sayap nyamuk selalu mengganggu kami dan rindu kami pada Mu, urusan dunia ini kami terpenjara untuk melihat keindahan Mu,
Rabbiy beri kami kemudahan, dan tuntunan-tuntunan Ilahi, menyingkirkan segala kesulitan dan kesedihan, biarkan hari-hari kami bercahaya dengan rindu kepada Mu dengan kehidupan yang tenang dan penuh kemudahan.
Kenapa minta kemudahan di dunia?
Bukankah musibah harus datang di dunia, karena dunia bukan Surga,
Rabbiy kami tidak butuh dunia dan tidak butuh Surga, kami butuh rindu kepada Mu, di Surga atau di dunia maka jangan tambahkan kesulitan kami dengan hati yang sudah terbakar dengan kerinduan ingin melihat Mu, Kau tambah pula dengan halangan-halangan masalah dunia di dunia ini, permudahlah, paling tidak kami bisa lebih Khusyu merindukan Mu ya Rabb.
Bukankah musibah harus datang di dunia, karena dunia bukan Surga,
Rabbiy kami tidak butuh dunia dan tidak butuh Surga, kami butuh rindu kepada Mu, di Surga atau di dunia maka jangan tambahkan kesulitan kami dengan hati yang sudah terbakar dengan kerinduan ingin melihat Mu, Kau tambah pula dengan halangan-halangan masalah dunia di dunia ini, permudahlah, paling tidak kami bisa lebih Khusyu merindukan Mu ya Rabb.
Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam riwayat Hadits Bukhari kit abaca bersama-sama :
قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَنْفِقْ يَا ابْنَ آدَمَ أُنْفِقْ عَلَيْكَ (صحيح البخاري)
Allah subhanahu wata'ala berfirman :
“Wahai keturunan Adam, berinfaklah maka aku akan berinfak pada kalian” (Shahih Bukhari)
“Wahai keturunan Adam, berinfaklah maka aku akan berinfak pada kalian” (Shahih Bukhari)
Hadirin hadirat ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
“Akan datang suatu masa (waktu) sampai Allah tumpah ruahnya harta seluas-luasnya di dunia”
kapan itu akan terjadi? Sebentar saya akan jelaskan,
Maka Rasul berkata “Orang-orang semuanya makmur pemikil harta bingung mau berinfak kepada siapa tidak adalagi yang mau terima, akhirnya bukan orang yang datang minta-minta, tapi orang yang mampu meminta-minta orang lain untuk menerima hartanya, dia menawarkan hartanya kesana kemari, (ambil emasku, ini berlianku) sampai ia menemui seorang berkata, “aku sudah berkecukupan aku tidak butuh dengan bantuanmu” itu akan datang waktunya”Janji Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
“Akan datang suatu masa (waktu) sampai Allah tumpah ruahnya harta seluas-luasnya di dunia”
kapan itu akan terjadi? Sebentar saya akan jelaskan,
Maka Rasul berkata “Orang-orang semuanya makmur pemikil harta bingung mau berinfak kepada siapa tidak adalagi yang mau terima, akhirnya bukan orang yang datang minta-minta, tapi orang yang mampu meminta-minta orang lain untuk menerima hartanya, dia menawarkan hartanya kesana kemari, (ambil emasku, ini berlianku) sampai ia menemui seorang berkata, “aku sudah berkecukupan aku tidak butuh dengan bantuanmu” itu akan datang waktunya”Janji Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Kapan waktu itu muncul ?
Apabila Islam sudah di jadikan Idola, dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sudah di panut sebagai panutan tunggal.
Apabila Islam sudah di jadikan Idola, dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sudah di panut sebagai panutan tunggal.
Hadirin hadirat,
apa ciri-ciri munculnya kemakmuran itu? adalah kebangkitan Islam,
apa ciri-ciri kebangkitan Islam?
Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata di akhir zaman, islam akan bangkit dengan bangkitnya para pemuda, kalau pemuda sudah bangkit untuk mendekat kepada sunnah ku, maka tunggulah saatnya terbitnya kemakmuran yang semakin dekat dan semoga ini menjadi tanda bagi kita semua.
apa ciri-ciri munculnya kemakmuran itu? adalah kebangkitan Islam,
apa ciri-ciri kebangkitan Islam?
Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata di akhir zaman, islam akan bangkit dengan bangkitnya para pemuda, kalau pemuda sudah bangkit untuk mendekat kepada sunnah ku, maka tunggulah saatnya terbitnya kemakmuran yang semakin dekat dan semoga ini menjadi tanda bagi kita semua.
9 juli dihadapan kita malam isra’ mi’raj dzikir jalaalah insya Allah dihadiri lebih dari 1 juta pemuda muslimin muslimat, 17 juni sukses, maulid sukses, acara-acara sebelumnya sukses, 9 juli ini malam isra’ mi’raj semoga sukses, belum selesai dengan 9 juli kita tidak puas untuk mempercepat munculnya kemakmuran dengan terus menggerakkan para pemuda untuk semakin dekat kepada Allah dan sunnah, 24 juli di bulan yang sama malam nisfu sya’ban insya Allah juga di monas dihadiri lebih banyak lagi muslimin. 9 juli yang kira-kira 10 atau 11 hari lagi, dari 9 juli ke 24 juli Cuma jarak 15 hari dalam 15 hari aku dan kalian bertugas untuk mensukseskan acara ini demi cepat munculnya kemakmuran bagi kita, dan semakin jauhnya kemarahan Allah subhanahu wata'ala, dan kemurkaan Allah subhanahu wata'ala. kalau sudah pemuda pemudi bangkit untuk mengikuti sunnah secara baik tentunya dengan damai, bukan dengan kekerasan itu tanda kemakmuran muncul di muka bumi itu janji Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Kita bertanya dunia ini luas tapi jantung dunia islam adalah Jakarta,
Haramain, Makkah dan Madinah dan Masjidil Aqsa telah dikuasai oleh kedhaliman bukan hanya Palestina Tapi makkah dan madinah pun orang sampai tidak boleh menghadap maqam Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, orang yang berdoa pada maqamnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam dikatakan musyrik, kalau dia hadap ke wc tidak dikatakan musyrik, dia hadapan maqamnya Rasulullah yang disitu jasad tersuci dikatakan musyrik menghadap kiblat. Kiblat tidak ada kalau bukan pilihan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, siapa yang bilang ? bukan munzir yang bilang, Allah.
Allah subhanahu wata'ala barfirman :Haramain, Makkah dan Madinah dan Masjidil Aqsa telah dikuasai oleh kedhaliman bukan hanya Palestina Tapi makkah dan madinah pun orang sampai tidak boleh menghadap maqam Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, orang yang berdoa pada maqamnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam dikatakan musyrik, kalau dia hadap ke wc tidak dikatakan musyrik, dia hadapan maqamnya Rasulullah yang disitu jasad tersuci dikatakan musyrik menghadap kiblat. Kiblat tidak ada kalau bukan pilihan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, siapa yang bilang ? bukan munzir yang bilang, Allah.
قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ …
Sungguh Allah Swt melihat hati mu yang sudah ragu (dengan kiblat ke Masjidil Aqso), (Allah subhanahu wata'ala melihat kau ingin mengarahkan kiblat ke tempat yang lain), kami mengizinkan mu merubah kiblat pada kiblat yang kau kehendaki, (maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menghadap ke makkah al mukaramah ka’bah al musyarofah) Maka turun lagi ayat melanjutkan : “maka Hadapkan kiblat mu mulai sekarang ke masjidil haram” (QS Al Bqarah 144)
kita tidak menyembah ka’bah, kita menyembah Allah tapi arah kiblat terserah para Nabi Nabi di masanya, semua Nabi kebanyakan kiblatnya ke Palestina, dari Muhammad juga ke Palestina, 17 bulan riwayat shahih bukhari bahwa kiblat ini mengarah ke Palestina, lalu Rasul Saw ingin kiblat ke makkah, Allah pindahkan ke Makkah.
namun hadirin hadirat kita harus ingat kota madinah dan kota makkah ini sekarang di kuasai oleh kekuasaan yang memusyrikan orang-orang yang mencintai Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, tapi mereka masih muslimin, jangan panas-panas dulu ini majelis bukan memancing emosi, maksud saya Madinah Makkah lebih berhak di benahi sebelum Palestina, madinah itu tempat jasadnya Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, berani kalian menghadap maqamnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berdoa kalian akan dipukul ini Nabi kami Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam datang jauh jauh dari Indonesia beli tiket puluhan juta, menghadap kiblat, menghadap maqamnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, hadap ke barat, hadap ke timur siapa yang berani ngelarang doa mengadap kemanapun semua doa adalah untuk Allah, kita tidak berdoa kepada jasad, kita berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala, Cuma karena rindu ingin melihat maqam sang Nabi datang dari jauh-jauh dipukul dan di usir, pergi dan musyrik menghadap ke kiblat tidak ada kalau bukan pilihan Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,kita tidak menyembah ka’bah, kita menyembah Allah tapi arah kiblat terserah para Nabi Nabi di masanya, semua Nabi kebanyakan kiblatnya ke Palestina, dari Muhammad juga ke Palestina, 17 bulan riwayat shahih bukhari bahwa kiblat ini mengarah ke Palestina, lalu Rasul Saw ingin kiblat ke makkah, Allah pindahkan ke Makkah.
namun hadirin hadirat kita harus ingat kota madinah dan kota makkah ini sekarang di kuasai oleh kekuasaan yang memusyrikan orang-orang yang mencintai Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, tapi mereka masih muslimin, jangan panas-panas dulu ini majelis bukan memancing emosi, maksud saya Madinah Makkah lebih berhak di benahi sebelum Palestina, madinah itu tempat jasadnya Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, berani kalian menghadap maqamnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berdoa kalian akan dipukul ini Nabi kami Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam datang jauh jauh dari Indonesia beli tiket puluhan juta, menghadap kiblat, menghadap maqamnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, hadap ke barat, hadap ke timur siapa yang berani ngelarang doa mengadap kemanapun semua doa adalah untuk Allah, kita tidak berdoa kepada jasad, kita berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala, Cuma karena rindu ingin melihat maqam sang Nabi datang dari jauh-jauh dipukul dan di usir, pergi dan musyrik menghadap ke kiblat tidak ada kalau bukan pilihan Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
tapi mereka muslimin itu penduduk makkah, madinah yang menguasai makkah, madinah muslimin, jadi tidak seperti palestina, kalau palestina kan yahudi non muslim, tapi muslimin yang sudah di isyaratkan oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, Rasul sudah tau tempatnya madinah dan makkah akan menjadi seperti itu,
Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dirwiyatkan pada Shahih Bukhari : aku tidak takut syirik menimpa kalian, maka kultus, ziarah syirik, tawasul syirik, Rasul sudah jawab aku tidak takut syirik menimpa kalian setelah aku wafat, apa yang di takuti Rasul ? yang ku takuti kalian saling hantam perebutkan harta jawaban untuk penduduk makkah dan madinah dan negerinya, apa ? Allah tidak takut kemusyrikan-kemusyrikan yang kalian takutkan,
Rasul sudah katakan:
“aku tidak takut syirik menimpa kalian, yang ku takutkan kalian perebutan harta” br/> bawa pasukan 5000, 50.000 dari amerika serikat, pasukan non muslim masuk ke negerinya untuk menghantam muslimin sendiri, dibayarkah orang-orang non muslim untuk menghantam muslim sendiri demi minyak dan demi harta, ini yang ditakutkan oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam.
“aku takut kalian saling hantam karna untuk memperebutkan harta” demi minyak dan harta mereka menyewa orang-orang non muslim dengan senjatanya masuk ke Haramain, makkah dan madinah juga untuk menghancurkan saudara musliminnya demi harta, ini yang ditakutkan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Hadirin kalau bicara Palestina ya Palestina biasa kita benahi mudah mudahan terbenahi, tapi juga Makkah dan Madinah jangan lupakan karena juga perlu dibenahi, tapi sebelum itu semua diri kita benahi dulu, bangsa kita, kota kita ini acara-acara akbar bukan acara-acara kosong ini jantungnya dunia, negeri muslimin terbesar, jantung dunia adalah Indonesia dan Indonesia ini ibu kotanya Jakarta dan di pulau jawa ini adalah jantungnya habaib di dunia, kenapa jumlah habaib di dunia ini paling banyak di pulau jawa lebih banyak dari hadhramaut, juga para kiyai dan ulama paling banyak di Indonesia lebih dari negeri lainnya.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah jadi jantung kekuatan islam ada di Indonesia pusatnya di Jakarta, dan Jakarta semoga terus bangkit. Kita tidak puas kalau 1 juta yang hadir, kita pengen 2 juta yang hadir, sudah 2 juta yang hadir, 3 juta yang hadir di jantung muslimin terbesar di muka bumi, ini yang harus kita benahi dan kita pentingkan.
Allah berfirman dalam hadits qudsiy sebagaimana hadits diatas :
“Berinfaklah wahai keturunan adam, Aku akan berinfak pada kalian” ucapan ini tidak perlu saya sarahkan karna sudah kalian pahami, Cuma kita berdoa
‘Wahai Rabbiy kami berinfak kepada orang-orang dari saudara-saudara kami dan engkau
“kami bersedekah kepada saudara saudara kami, dan Engkau juga jauh lebih berhak bersedekah kepada kami, karena kami miskin dihadapan Mu, orang terkayapun miskin di hadapan Allah, kita bersedekah tapi kita minta pada yang Maha kaya karena dihadapan yang Maha kaya kita juga orang miskin, kita berinfaq kita minta pada yang Maha kaya berinfak kepada kita, bukan kaya dengan harta tapi dengan permohonan, kemudahan, pemgampunan, rahmat, kasih sayang, hidayah husnul khatimah dari semua yang kita minta.
“Berinfaklah wahai keturunan adam, Aku akan berinfak pada kalian” ucapan ini tidak perlu saya sarahkan karna sudah kalian pahami, Cuma kita berdoa
‘Wahai Rabbiy kami berinfak kepada orang-orang dari saudara-saudara kami dan engkau
“kami bersedekah kepada saudara saudara kami, dan Engkau juga jauh lebih berhak bersedekah kepada kami, karena kami miskin dihadapan Mu, orang terkayapun miskin di hadapan Allah, kita bersedekah tapi kita minta pada yang Maha kaya karena dihadapan yang Maha kaya kita juga orang miskin, kita berinfaq kita minta pada yang Maha kaya berinfak kepada kita, bukan kaya dengan harta tapi dengan permohonan, kemudahan, pemgampunan, rahmat, kasih sayang, hidayah husnul khatimah dari semua yang kita minta.
Hadirin hadirat kita bermunajat kepada Allah Swt sekaligus mendoakan fadhilatussayyid syeckh Muhammad bin Abdullah dari sidney hadir malam ini dan beliau akan berangkat malam ini juga pukul 00.40 keberangkatan pesawatnya dari bandara soekarno hatta, beliau berangkat dengan istri beliau dan bersama istri saya dan anak-anak, mereka tinggal kira-kira 2 bulan disana, saya tetap disini sebenernya hati yang sangat rindu kepada guru mulia ingin jumpa namun acara-acara kita 2 acara akbar di bulan juli ini saya tidak bisa meninggalkan Jakarta, namun karena 3 juli saya mungkin kesingapore hadir haul sekaligus pengobatan insya Allah sorenya sudah pulang karena saya tidak bisa berobat dengan pengobatan yang diminta oleh bagian kedokteran di Indonesia sudah tidak bisa lagi diobati pengobatannya masih kurang yang di tawarkan adalah 1 bulan penuh dalam koma dan saya tidak bisa menerima tawaran itu kalau 1 bulan koma berarti 30 hari yang harus saya korbankan lebih baik bertahan saja semampunya, jadi mohon maaf kalau semalam saya tidak hadir majelis, kemarin malam, berapa malam dalam beberapa minggu tidak hadir majelis, mohon doanya semoga acara kita semakin hari semakin sukses, tanggal 9 sukses, malam isra’ mi’raj dan juga malam 24, tanggal 24 malam 25, malam nisfu sya’ban, bulan juli juga malam selasa malam nishfu sya’ban, bukan disini tidak cukup kalau disini, mau sampe masa kepancoran, insya Allah dimonas tidak ada tempat lain dijakarta lebih luas dari monas, kemarin yang hadir dilaporkan lebih dari, yang hadir di maulid, berarti lebih dari 1 juta muslimin yang hadir itu.
Hadirin hadirat kita turut berpartisipasi dengan segala kemampuan kita :
“ Berinfaklah Allah akan berinfak pada kalian”
Berinfak itu bukan hanya dengan uang, biasa dengan doa, bisa dengan kepedulian, biasa dengan bantuan lainnya berupa tekhnisi dan lain sebagainya, yang punya mobil ajak teman- temannya, yang punya truk pinjamkan truknya untuk bawa masa demikian.
“ Berinfaklah Allah akan berinfak pada kalian”
Berinfak itu bukan hanya dengan uang, biasa dengan doa, bisa dengan kepedulian, biasa dengan bantuan lainnya berupa tekhnisi dan lain sebagainya, yang punya mobil ajak teman- temannya, yang punya truk pinjamkan truknya untuk bawa masa demikian.
Hadirin hadirat kita berterima kasih juga kepada polda metro jaya dari Polres, dari Polsek yang turut mengamankan, semoga di amankan oleh Allah subhanahu wata'ala, para Habaib yang mendukung acara-acara kita yang hadir di sini semoga dalam Rahmat dan keberkahan
Allah subhanahu wata'ala.
Allah subhanahu wata'ala.
Kita bermunajat kepada Allah agar Allah berinfak kepada kita, dengan segala anugerah yang jauh lebih luas
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ...
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ
Langganan:
Postingan (Atom)