Rss
TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG, JANGAN LUPA KESINI LAGI WWW.AHMAD-SAHID.BLOGSPOT.COM BLOG RESMIAHMAD SAHID, Temukan Info info menarik di blog ini ya

21 Agustus 2010

MUNAJAT DALAM KEGELAPAN

oleh Al-Habib Munzir Almusawa 
Ketika sanubariku keruh dan terbenam dalam gelapnya kesulitan dan kesempitan,
sanubariku meraung menahan sakitnya benturan benturan permasalahan yang
bagaikan hujan lebat terus mendera tubuhku, aku berusaha menghindar dan
menyelamatkan diri, namun hantaman hantaman kesulitan tindih menindih membuatku
roboh tak berdaya, panca inderaku gelap tak memiliki rasa, mataku terbuka dan
seluruh pemandangan berubah menjadi selubung pekat yang mengerikan, telingaku
mendengar suara suara namun mendadak bagaikan dihambat dengan ketulian yang
kelam, alam pemikiranku lumpuh, kedua telapak tangan dan jari jariku bergetar, hatiku
bagai hangus terbakar oleh gemuruh lahar kerisauan..
Apa yang bisa kuperbuat..?, aku tidak tahu, semua jalan keluar yang kutempuh tertutup
rapat.., semua orang masa bodoh atas kesulitan dan raunganku, seakan aku hidup
sendiri di alam ini..
Aku rebah terhenyak, tiba tiba terdengarlah suara lirih dari Firman Tuhanku.. “WA
NAADAA FIDHULUMAAT.. AN LAA ILAAHA ILLA ANTA.., SUBHANAKA INNIY
KUNTU MINADDHAALIMIIN.., FASTAJABNAA LAHU WANAJJAYNAAHU MINAL
GHAMMI WAKADZAALIKA NUNJIYYIL MU?MININ..” Aku tersentak kaget.. ah..
Kisah Yunus as.., ketika Allah swt menceritakannya dengan jelas, “DAN DIA (Yunus)
MEMANGGIL (KU) DALAM KEGELAPAN.. BAHWA TIADA TUHAN SELAIN
ENGKAU, MAHA SUCI ENGKAU.. SUNGGUH AKU TERMASUK ORANG YG
DHALIM.., MAKA KAMI MENJAWAB DOANYA, DAN KAMI
MENYELAMATKANNYA DARI KEGUNDAHAN DAN PERMASALAHAN DAN
DEMIKIAN PULA KAMI MENYELAMATKAN ORANG ORANG MUKMIN” (Al Anbiya
87)
Betapa sempit dan adakah lagi kesempitan dan kebingungan lebih dari yang menimpa
Nabiyallah Yunus as saat itu, ditelan oleh seekor ikan raksasa dan hidup merangkak
didalam perut hewan itu.. betapa busuknya.. betapa gelapnya.. betapa sempit dan
kalutnya Yunus as saat itu, ditelan oleh seekor ikan besar dan dibawa kepada
kedalaman Samudera raya..
Ia tak mungkin memanggil siapapun, tak pula bisa berbuat apapun.. namun cerita ini
dikisahkan kembali oleh Nya seakan Dia berseru : Akulah Raja Tunggal Maha
Penguasa Kegelapan Samudera, Akulah yang Maha Menemaninya saat ia dalam
kesendirian, Aku Maha Tunggal Mendengar tangisannya yang terbenamkan dalam
pekatnya Samudera, Masihkah ada selainku yang mendengar panggilannya? Saat itu
memang sudah tak ada lagi yang bisa diharapkan selain Nya, maka Dia
menceritakannya dengan indah : “Maka ia Memangil manggil Ku dalam kegelapan..”,
kegelapan perut ikan, kegelapan perasaan, kegelapan masalah yang terpekat.. “ia
memangil manggil Ku dalam kegelapan.. Tiada Tuhan Selain Mu, Maha Suci Engkau,
sungguh aku dari kelompok hamba yang dhalim..”,

Tak ada keselamatan dari Siksa Nya selain dengan Kalimat Tauhid, sebagaimana
Hadits Qudsiy yang berbunyi : “Laa ilaaha illallah adalah Benteng Ku, barangsiapa
yang mengucapkannya maka ia masuk dalam benteng Ku, barangsiapa masuk dalam
benteng Ku maka ia aman dari siksa Ku”.
Maka Yunus as memulai doanya, memanggil mangil Maha Raja Penguasa Samudera
Kegelapan dan Maha Menemani setiap kesendirian, Maha Raja Yang Menciptakan
Terang Benderang dan Kegelapan di Kerajaan Alam Semesta, ia memulai doanya
dengan “Laa ilaaha illan anta” Tiada Tuhan selain Engkau.. Lalu Yunus meneruskan
doanya dengan mensucikan Allah..bertasbih kepada Allah.. Dia Yang Tak satupun
menghalangi Pandangan Nya, Maha Suci Raja Yang selalu disucikan selamanya oleh
sekalian Alam.., dan Dia pula telah berfirman : “KALAU BUKAN KARENA IA (Yunus)
ORANG YG SUKA BERTASBIH MENSUCIKAN ALLAH, NISCAYA IA AKAN TETAP
DIDALAM PERUT IKAN ITU HINGGA HARI KEBANGKITAN”.
Maka Yunus meneruskan doanya dengan kalimat SUBHANAKA maha suci Engkau..
Inniy kuntu minaddhaalimiin.. sungguh aku termasuk golongan orang yang dhalim..
(Yunus as marah dan meninggalkan ummatnya sebelum diizinkan Allah), Ia mengadu,
mengaku, dan berharap cemas semoga Maha Pemelihara Tunggal ini masih
memaafkannya, maka Dia Allah meneruskan firman Nya, MAKA KAMI TERIMA
SERUANNYA, DAN KAMI MENYELAMATKANNYA DARI KESULITAN.. Ah.. betapa
tak berartinya seluruh musibahku ini dibanding orang yang ditelan hewan raksasa lalu
dibawa tenggelam ke Dasar Samudera.. muncul harapan dihatiku.. berarti aku harus
banyak mengucapkan kalimat Tauhid, Tasbih dan mengakui kesalahanku pada Nya,
Niscaya Dia akan menolongku dari kesulitan ini.. Tiba tiba batinku merintih lagi.. ah..
tak mungkin.. itukan untuk Nabi Yunus.., siapakah aku hingga akan pula akan ditolong
Allah?, ini hanyalah kekhususan Yunus as, Nabi Allah, tiba tiba aku teringat akhir ayat
itu.. WA KADZALIKA NUNJIYYIL MU’MINIIIN, dan begitupula kami menyelamatkan
orang orang yang mukmin.
Maha Suci Engkau Wahai Menyingkap kegelapan malam dan membuatnya terang
benderang, beribu hati gelap dan pekat telah pula kau singkapkan kesedihan mereka
dengan pengabulan doa hingga hati gelap dan kelam itu berubah menjadi terang
benderang dengan kegembiraan oleh Matahari Keluhuran Mu.. Kau simpan rahasia
kelembutan Mu dalam ayat pendek ini.., bahwa Kau Maha Siap mengulurkan jari jari
takdir kelembutan yang memutus rantai rantai takdir Mu yang mencekik dan
menghanguskan sanubari ini dengan Munajat dan Doa kami, sebagaimana Hadits Nabi
Mu saw, “Tiadalah Yang Mampu menolak ketentuan Nya, selain Doa”. Hanya doa dan
rintihan di Pintu Kemegahan Mu yang akan menyingkirkan segala kesulitan ini..
Maka aku bermunajat Sebagaimana Munajat Nabiku Muhammad saw : Wahai Allah,
Demi orang orang yang bermunajat meminta kepada Mu, Demi orang orang yang
bersemangat menuju keridhoan Mu, dan juga demi doa Yunus as dan seluruh pemiliki
sanubari luhur yang menginjak Bumi Mu dari zaman ke zaman, Demi berjuta telapak
tangan yang telah terangkat bermunajat pada Mu, Demi Doa Yunus ketika didalam
perut hewan raksasa di dasar Samudera.. Yang sebab doanya lah kau bukakan
Rahasia pertolongan Mu, dan demi Keteguhan Ibrahim as yang membuat api Namrud
menjadi tunduk dan dingin.. dan Demi Munajat Nabi Muhammad saw, yang merupakan Munajat Terluhur dari seluruh Munajat Hamba Mu di Kerajaan Alam Semesta,
bebaskan Aku dari segala kesempitan.., bebaskan aku dari dasar samudera kesulitan
yang membuatku tenggelam dan Buta dari kegembiraan, yang membuatku ditelan oleh
dosa dan merangkak diperut dosa yang penuh dengan busuknya bangkai kehinaan
dalam keadaan Lumpuh dari harapan, akulah hamba yang merangkak diperut dosa..
ditenggelamkan ke dasar Samudera kesulitan.. memanggil manggil Nama Agung Mu..
memanggil manggil satu satunya gerbang harapan bagi para pendosa.. selamatkan
aku dari segala kesulitan..
Tiada Tuhan Selain Engkau.. aku tak akan menyembah selain Mu.. tak pula akan sujud
pada selain Mu.. penghambaanku hanya untuk Mu.. tak pula akan memilih Tuhan Lain
selain Mu.. bila muncul dihadapanku Tuhan lain dengan menyiapkan seluruh
kenikmatan dan kemewahan abadi diahadapanku.. niscaya kuhempaskan dan kutolak
seluruh anugerahnya, aku akan berpaling dan berlari kepada Mu.. Menuju Tuhanku
Yang Maha Tunggal.. Tetap Engkau Maha Tunggal Tuhanku.. hanya Engkau Rabbiy..
hanya Engkau Pilihanku.. hanya Engkau..
Maha Suci Engkau dengan segala kesucian.. maka singkirkanlah segala kesulitan ini
sebagaimana Ibu yang menepiskan bekas noda dari wajah bayinya.. Rabbiy.. Rabbiy..
Sungguh aku telah berbuat kedhaliman.. sungguh aku telah mengingkari perintah Mu..
namun kemana aku akan pergi menyelamatkan diri kalau bukan kepada Mu? Demi
Keluhuran Muhammad saw.. Demi Munajat Muhammad saw.. Demi Keindahan
Muhammad saw.. Demi Kewibawaan Muhammad saw.. Demi Mukjizat Muhammad
saw.. Demi Syafaat Muhammad saw.. Yang kesemua itu mencerminkan Keindahan Mu
dan Kesempurnaan Mu Rabbiy, Maka Maha Suci Engkau dan segala Puji atas Mu
Tuhan sekalian Alam..

0 komentar: