Rss
TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG, JANGAN LUPA KESINI LAGI WWW.AHMAD-SAHID.BLOGSPOT.COM BLOG RESMIAHMAD SAHID, Temukan Info info menarik di blog ini ya

21 Agustus 2010

RINGKASAN SEJARAH PARA IMAM DAN MUHADDITSIN

oleh Al-Habib Munzir Almusawa 
Al Hafidh Al Muhaddits Al Imam Abu Abdillah Muhammad bin Idris As Syafii
rahimahullah
Dikenal dengan gelar Imam Syafii, lahir pada th 150H dan wafat pada 204H, berkata
Imam Ahmad bin Hanbal (Imam Hanbali) bahwa tiada kulihat seorang yang lebih
mengikuti hadits selain Muhammad bin Idris Assyafii, berkata pula Imam Ahmad (yang
merupakan murid dari Imam Syafii) aku mendoakan Syafii selama 30 tahun setiap
malamnya, dan Imam Syafii ini berguru kepada Imam Malik, dan ia telah hafal Alqur;an
sebelum usia 10 tahun, dan pada usia 12 tahun ia telah hafal Kitab Al Muwatta’
karangan Imam Malik yang berisi sekitar 2000 hadits dengan sanad dan hukum
matannya.
Al Hafidh Al Muhaddits Al Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah
Beliau wafat pada th 241 H dalam usia 77 tahun, beliau berguru pada banyak para
imam dan muhaddits, diantara guru beliau adalah imam syafii rahimahullah, dan beliau
hafal 1 juta hadits berikut sanad dan hukum matannya, beliau digelari sebagai salah
satu Huffadhuddunia, yaitu salah satu orang yang paling banyak hafal hadits diseluruh
dunia sepanjang zaman, dan beliau rahimahullah banyak mempunyai murid,
diantaranya adalah Imam Muslim rahimahullah.
Diriwayatkan ketika datang seorang pemuda yang ingin menjadi murid beliau maka
beliau berkata pada anak itu : “ini ada 10 ribu hadits, hafalkanlah, bila kau telah barulah
kau boleh belajar bersama murid2ku”, tentunya murid murid beliau adalah para
Huffadh dan muhadditsin yang hafal ratusan ribu hadits, maka pemuda itu pun pergi
dan kembali beberapa wkt kemudian, ia telah hafal 10 ribu hadits yang diberikan oleh
Imam Ahmad itu dan lalu Imam Ahmad berkata : “sungguh hadist yang kau hafal itu
adalah hadits palsu, tidak ada satupun yang shahih, hafalan itu hanya untuk latihan
menguatkan hafalanmu, sebab bila kau salah maka tak dosa”, karena bila ia hafalkan
hadits shahih lalu ia salah dalam menghafalnya maka ia akan membawa dusta dan
kesalahan bagi ummat hingga akhir zaman.
Diriwayatkan ketika Imam Ahmad bin Hanbal hampir wafat, ia wasiat kepada anaknya
untuk menaruhkan 3 helai rambut Rasulullah saw yang memang disimpannya, untuk
ditaruhkan 3 helai rambut Rasul saw itu masing masing di kedua matanya dan bibirnya.
Beliau wafat pada malam jum;at, dan muslimin yang menghadiri shalat jenazahnya
sebanyak 800 ribu pria dan 60 ribu wanita, bahkan bila dihitung dengan kesemua yang
datang dan datang maka mencapai 1 juta hadirin.
Berkata Imam Abubakar Almarwazi rahimahullah, kau bermimpi Imam Ahmad bin
Hanbal setelah ia wafat, kulihat ia disebuah taman indah, dengan pakaian jubah hijau
dengan memakai Mahkota cahaya. Berkata Imam Abu Yusuf Alhayyan bahwa ketika wafat imam Ahmad, ada orang yang
bermimpi bahwa setiap kubur diterangi pelita, dan pelita itu adalah kemuliaan atas
wafatnya Imam Ahmad bin Hanbal dan banyak dari mereka yang dibebaskan dari siksa
kubur karena wafatnya Imam Ahmad bin Hanbal diantara mereka.
Berkata Imam Ali bin Al Banaa’, ketika dimakamkan Ummul Qathi’iy didekat makam
Imam Ahmad, maka beberapa hari kemudian ia bermimpi berjumpa Ummul Qathi’iy,
seraya berkata : “Terimakasih atasmu yang tekah memakamkanku disamping kubur
Imam Ahmad, yang setiap malam Rahmat turun dikuburnya dan rahmat itu menyeluruh
pada ahlil kubur disini hingga akupun termasuk diantara yang mendapatkannya”.
Al Hafidh Al Muhaddits Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al Bukhari
rahimahullah
Beliau lahir pada hari jumat selepas shalat jumat 13 Syawal 194 H dan beliau wafat
pada malam jumat yang sekaligus malam idul fitri th 256 H
Berkata Imam Muhammad bin Yusuf Al Farbariy, aku mendengar dari Najm bin Fudhail
berkata : aku bermimpi Rasulullah saw dan kulihat Imam Bukhari dibelakang beliau
saw, setiap beliau saw melangkah sebuah langkah, dan Imam Bukhari melangkah pula
dan menaruhkan kakinya tepat dibekas pijakan Nabi saw.
Ketika dikatakan kepada Imam Bukhari bahwa ada disuatu wilayah yang barangsiapa
orang asing yang datang ke wilayah mereka maka saat setelah shalat maka penduduk
setempat akan mencobanya dengan hadits hadits tentang shalat, maka Imam Bukhari
berkata : “Bila aku diperlakukan seperti itu akan kukeluarkan 10 ribu hadits shahih
mengenai shalat dihadapan mereka agar mereka bertobat dan tidak lagi mengulangi
perbuatan buruk itu”.
Imam Bukhari telah menulis shahih nya sebanyak sekitar 7000 hadits saat beliau
belum berusia 17 tahun, dan ia telah hafal 100 ribu hadits shahih dan 200 ribu shahih
di usia tersebut.
Berkata Imam Al Hafidh Muhammad bin Salam rahimahullah : “kalau datang si bocah
ini maka aku terbata bata dan tak nyaman membaca hadits”, dan ia berkata kepada
seorang tamunya yang datang setelah Imam Bukhari pergi : “kalau kau datang lebih
cepat sedikit kau akan berjumpa dengan bocah yang hafal lebih dari 70 ribu hadits..”,
maka tamunya segera bergegas menyusul Imam Bukhari, dan Imam Bukhari berkata :
“sungguh aku hafal lebih dari itu, dan akan kujelaskan padamu semua masing masing
sanad periwayat hadits nya, dimana lahirnya, tahun kelahiran dan wafatnya, sifat dan
sejarah periwayat sanad2 nya dari semua hadits itu”.
Ketika salah seorang perawi hadits bertanya kepada Imam Bukhari mengenai nama
nama periwayat, gelar, bentuk kesalahan sanad hadits dll maka Imam Bukhari
menjawabnya bagaikan membaca surat Al Ikhlas.
Berkata Imam Bukhari : “aku berharap menghadap Allah tanpa ada hisab bahwa aku
pernah menggunjing aib orang lain”.

Suatu hari Imam Bukhari mengimami shalat dhuhur disebuah kebun korma, dan
didalam bajunya terdapat seekor Zanbur (kumbang hitam) yang menggigit dan
menyengatnya hingga 16 sengatan, selepas shalat Imam Bukhari berkata dengan
tenang : “coba kalian lihat ada apakah didalam baju lenganku ini”, maka ditemukanlah
16 luka sengatan kumbang di tubuhnya.
Suatu ketika Imam Bukhari membacakan sanad hadits dan saat ia melirik dilihatnya
ada orang yang terkesima dengan ucapannya, dan Imam Bukhari tertawa dalam hati,
keesokan harinya Imam Bukhari mencari orang itu dan meminta maaf dan ridho karena
telah menertawakannya, padahal ia hanya menertawakan didalam hati.
Diriwayatkan ketika Imam Bukhari sedang mengajari hadits kepada salah seorang
muridnya dan ia tampak bosan, maka Imam Bukhari berkata : “para pedagang sibuk
dengan perdagangannya, para pegawai sibuk dengan pekerjaannya, dan engkau
bersama Nabi Muhammad saw”.
Imam Bukhari menulis shahih nya (Shahih Bukhari) di Raudhah, yaitu antara Mimbar
dan Makam Rasulullah saw di Masjid Nabawiy Madinah Almunawwarah, dan ia mandi
dan berwudhu lalu shalat 2 rakaat baru menulis satu hadits, lalu kembali mandi,
berwudhu dan shalat 2 rakaat, lalu menulis 1 hadits lagi, demikian hingga selesai di
hadits no.7124. maka selesailah 7000 hadits itu ditulis di kitab beliau, dengan
bertabarruk dengan Makam Rasulullah saw dan Mimbar Rasul saw.
Berkata Imam Muslim dihadapan Imam Bukhari : “Izinkan aku mencium kedua kakimu
wahai Pemimpin para Muhadditsin, guru dari semua guru hadits”.
Dikatakan kepada Imam Bukhari, mengapa tak kau balas orang yang memfitnahmu
dan mencacimu?, ia menjawab : “aku teringat ucapan Rasul saw : “akan muncul kelak
ikhitilaf dan perpecahan, maka bersabarlah hingga kalian menjumpai aku di telaga
haudh”.
Imam Bukhari mempunyai akal yang jenius, dan ia hafal bila mendengar 1X saja. Atau
membaca 1X saja. Hingga ketika suatu ketika Imam Bukhari dicoba dan diajukan
padanya 100 hadits yang dikacaukan dan dibolak balik sanadnya, maka Imam Bukhari
berkata : “tidak tahu… tidak tahu”, hingga hadits yang ke seratus, lalu Imam Bukhari
berpidato, mengulang hadits yang pertama yang disebut si penanya : “Kau tadi sebut
hadits dengan sanad seperti ini, dan yang benar adalah begini”, demikian hadits
kedua.. ketiga… hingga 100 hadits.
Ketika telah wafatnya Imam Bukhari, terjadi kekeringan yang berkepanjangan, maka
par Ulama, Huffadh dan Muhadditsin dari wilayah samraqand berduyun duyun ke
Makam Imam Bukhari, lalu mereka bertawassul pada Imam Bukhari, maka hujanpun
turun dengan derasnya hingga 7 malam mereka tertahan dan tak bisa pulang ke
sdamraqand karena derasnya hujan.
Al Hafidh Al Muhaddits Imam Abul Husein Muslim bin Hajjaj Alqusyairiy
Annaisaburiy rahimahullah Beliau lahir pada th 204 H dan wafat pada Rajab 261 H, beliau adalah Imam Mulia
yang menjadi peringkat kedua dari seluruh para Muhadditsin, yaitu setelah Imam
Bukhari rahimahullah, beliau ini adalah murid daripada Imam Ahmad bin Hanbal, dan ia
digelari sebagai salah satu Huffadhuddunia, bersama Imam bukhari, yaitu salah satu
dari Imam yang dalam peringkat tertinggi dari para Hafidhul hadits, ia menulis hadits
shahih pada usianya 15 tahun sebanyak 12 ribu hadits shahih dan menyingkat itu
semua dari 300 ribu hadits.
Berkata para Muhaddits : “bila kita mencatat hadits selama 200 tahun maka tetaplah
kita harus kembali berpegang pada Musnad Imam Muslim.
Al Hafidh Al Muhaddits Imam Malik bin Anas bin Malik Al Ashbahiy Al Madaniy
rahimahullah
Beliau lahir pada th 93 H, dan wafat pada rabiul awal 179 H
Beliau adalah penulis kitab yang sangat termasyhur, yaitu Al Muwatta’, yang
mengandung 2000 hadits dan sanadnya.
Beliau adalah seorang Ulama agung di Madinah Almunawwarah dan sangat
berwibawa.
Diriwayatkan bila orang orang mencambuk onta ontanya untuk berusaha kemana
mana mencari seorang ulama yang paling tinggi keluasan ilmunya, niscaya mereka tak
akan temukan Ulama yang ilmunya melebih Sang Alim yang di Madinah, yaitu Imam
Malik rahimahullah, Imam Malik adalah Guru Imam Syafii.
Berkata Imam Syafii : “bila ulama disebut sebut, maka Imam Malik adalah bintang yang
berpijar”.
Dan berkata Imam Syafii : “kalau bukan karena Imam Malik dan Imam Ibn Huyaynah,
niscaya telah sirna ilmu di Hijaz (jazirah arab)”
Berkata Imam Syafii : “tak ada kitab yang lebih mengandung kejelasan dan
pembenaran yang menyamai Al Muwatta’ Imam Malik
Imam Malik berpakaian rapih dan selalu menggunakan minyak wangi.
Berkata Imam Al hafidh Wuhaib bahwa Imam semua ahl hadits adalah Imam Malik
Berkata Imam Qutaibah, bila Imam Malik keluar menyambut tamunya beliau
berpakaian indah, memakai sifat mata, wewangian dan membagi bagikan kipas
kepada masing masing tamunya, ia adalah Imam yang sangat berwibawa, majelis
dirumahnya selalu hening dan tak ada suara keras dan tak pula ada yang berani
mengeraskan suaranya, ruangan beliau dipenuhi kesejukan dan ketenangan, dan
beliau dimakamkan di kuburan Baqi’
Diriwayatkan bahwa bila Imam Malik akan membacakan hadits maka ia berwudhu, lalu
merapikan janggut putihnya, lalu duduk dengan wibawa dan tenang, menggunakan
wewangian, barulah beliau mengucapkan hadits Rasulullah saw, ketika ditanyakan
kepadanya mengenai itu, beliau berkata : “aku mengagungkan hadits nabi saw, aku tak menyukai mengucapkan hadits trkecuali dalam keadaan suci”, dan beliau tak suka
mengucapkan hadits dalam perjalanan atau dalam terburu buru.
Bila ada orang yang mengeraskan suara saat beliau membaca hadits Nabi saw maka
beliau berkata : “jangan kau keraskan suaramu, rendahkan suaramu, karena Allah
telah berfirman : Wahai Orang orang yang beriman, jangan kau keraskan suaramu
didepan Rasulullah saw, maka barangsiapa yang mengeraskan suaranya didepan
hadits Rasulullah saw sama dengan mengeraskan suaranya dihadapan Rasulullah
saw”.
Imam Malik berkata : “Ilmu bukanlah dengan berpanjang panjang riwayat, tetapi
cahaya yang disimpan Allah didalam sanubari”.
Al Hafidh Al Muhaddits Imam Nu’man bin Tsabit dikenal dengan Abu Hanifah
(Imam Hanafi) rahimahullah
Beliau wafat pada th 150H, ada pendapat yang mengatakan kelahirannya pada th 61
H, Imam Abu Hanifah belasan tahun lebih tua dari Imam Malik, dan mereka hidup
dalam satu zaman, namun diriwayatkan bahwa Imam Abu Hanifah sangat memuliakan
dan menghormati Imam Malik di Madinah Almunawwarah.
Imam Abu Hanifah banyak ditentang para Muhadditsin dan sebagian besar menilai
haditsnya dhaif, dan beberapa fatwanya yang tampak kurang sesuai dengan Jumhur
Ulama, namun sebagian pendapat mengatakan karena justru hal itu disebabkan
karena di masa beliau adalah masa dahsyatnya fitnah, dan beliau tergolong kepada
generasi Tabi’in
(sumber : Asshafwatusshofwah, Tadzkiratul Huffadh, Siyar fii A’laaminnubala, Tanbihul
Mughtarrin, Tariikh Asshaghir, Tarikh Al Baghdad, Fathul Baari Al masyhur).

0 komentar: